KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah meningkatnya kebutuhan akan produk kecantikan berbahan alami, umbi porang kembali menjadi sorotan. Tidak lagi sebatas komoditas pangan, tanaman lokal ini kini menembus industri kosmetik setelah peneliti IPB University berhasil mengolah glukomanan – serat pangan dari umbi porang – menjadi bahan dasar kosmetik pelindung kulit (skin protector) yang aman dan ramah lingkungan.
Dr Prayoga Suryadarma, peneliti sekaligus dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB University, menjelaskan bahwa selama ini pemanfaatan porang terhambat oleh tingginya kandungan kalsium oksalat.
Namun inovasi yang dilakukan ia bersama timnya menawarkan terobosan penting. Dengan memanfaatkan teknologi kavitasi hidrodinamik, mereka berhasil menurunkan kadar oksalat tanpa menambahkan bahan kimia apa pun. Proses tersebut menghasilkan glukomanan rendah oksalat yang lebih aman digunakan sebagai bahan kosmetik.
“Selain menurunkan kadar oksalatnya, kami juga menemukan bahwa proses ini menghasilkan glukomanan dari porang yang dapat dijadikan bahan dasar satu kosmetik dengan lima efek perlindungan kulit,” ucapnya, dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 November 2025.
Lima efek perlindungan tersebut meliputi perlindungan lapisan pelindung kulit (skin barrier protection), perlindungan hidrasi (hydrate protection), perlindungan sinar UV (UV protection), perlindungan anti penuaan (antiaging protection), serta perlindungan antioksidan (antioxidant protection).
“Glukomanan hasil pemurnian dengan kavitasi hidrodinamik inilah yang menjadi rahasia utama di balik lima efek perlindungan kulit tersebut,” lanjut Dr Prayoga.
Menurutnya, glukomanan memiliki kemampuan sebagai bahan pengental, pembentuk gel, dan pelembap yang tetap stabil meskipun dicampurkan dengan berbagai bahan aktif alami. Kombinasi ini mampu menghasilkan produk perawatan kulit yang sehat, halus, dan bercahaya tanpa perlu tambahan bahan kimia sintetis.
Dari sisi formulasi kecantikan, bahan kosmetik berbasis glukomanan ini dapat dikembangkan menjadi beragam produk perawatan kulit, mulai dari lotion, masker, serum hingga tabir surya. Kandungan alaminya membantu menjaga kelembapan sekaligus memperbaiki kesehatan kulit secara berkelanjutan. Stabilitas glukomanan yang tinggi memungkinkan bahan ini digunakan dalam berbagai kondisi formulasi tanpa mengurangi keamanannya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan lokal seperti porang bisa menjadi dasar pengembangan kosmetik dan klinik yang tidak kalah dengan produk impor. Semuanya berangkat dari riset lokal yang aman bagi kulit tropis dan berpotensi menggantikan bahan impor yang mahal,” jelas Dr Prayoga.
Tidak berhenti pada kosmetik, tim peneliti juga tengah mengembangkan riset lanjutan di bidang klinik. Glukomanan murni ini berpotensi digunakan sebagai bahan dasar perbaikan jaringan kulit, seperti pada perawatan luka bakar, bekas operasi, dan terapi pascaprosedur medis. Selama ini material serupa masih harus diimpor dengan harga yang tinggi.
“Jika pengembangan ini berhasil, bahan lokal hasil riset ini dapat menjadi alternatif pengganti bahan impor dengan kualitas setara bahkan lebih ramah bagi kulit,” harapnya.
Inovasi ini menandai langkah nyata menuju kemandirian industri kosmetik dan klinik berbasis sumber daya lokal. Dari tanaman porang yang tumbuh subur di tanah Indonesia, kini lahir peluang besar untuk menghadirkan produk kecantikan dan kesehatan kulit yang alami, aman, serta bernilai tinggi bagi masyarakat. (Nicko)


