KITAINDONESIASATU.COM -Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Selatan hingga triwulan ketiga di tahun 2024 ini mencapai Rp9,86 Triliun.
Tercatat selama bulan Januari hingga September 2024 itu, penanaman modal yang masuk dari luar atau PMA mencapai Rp3,687 Triliun. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp6,172 Triliun.
Dikatakan Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni, atas capaian realisasi investasi tersebut membuka lapangan pekerjaan mencapai 15 ribu lebih.
“Dari investasi tersebut, menyerap tenaga kerja sebanyak 15.384 orang, 15.232 diantaranya Tenaga Kerja Indonesia,” kata Andi Bakti Haruni dalam keterangan resminya (22/11/2024).
Terlihat pula dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) juga terus meningkat. Dimana IKM merupakan salah satu tolak ukur untuk menggambarkan persepsi penerimaan pelayanan publik terhadap pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemberi pelayanan publik.
Pada semester pertama tahun 2024, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tercatat mencapai 88,24, yang masuk dalam kategori Baik (B).
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan angka 85,81. Kenaikan ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik di Sulsel semakin membaik, mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari arahan Pj Gubernur Sulsel, Prof. Zudan, yang terus menekankan pentingnya kemudahan dalam pelayanan publik.
“Bapak Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan senantiasa memberikan arahan agar pelayanan kepada masyarakat lebih mudah dan efisien. Hal ini tercermin dalam survei IKM semester 1 yang mencapai nilai 88,24, yang hampir mendekati kategori Sangat Baik dengan nilai 88,31,” ujar Andi Bakti Haruni.

