KITAINDONESIASATU.COM – Puluhan warga sejak pagi hingga siang berebut sembako murah pada Gerakan Pangan Murah oleh DKPP Kota Surabaya di Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Rabu (7/10/2026).
Warga terlihat antusias rela mengantre sejak pagi hingga siang untuk mendapatkan berbagai komoditas pangan berkualitas dengan harga miring seperti beras SPHP hingga Minyakkita.
Gelar jual kebutuhan pangan murah ini bertujuan untuk menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga kebutihan bahan pokok di tengah musim kemarau panjang oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya.
Strategi intervensi pasar ini digelar secara rutin dilakukan di 31 kecamatan se-Kota Surabaya demi memastikan pasokan pangan tetap aman, hingga tidak terjadi penjualan sembako melonjak di tengah masyarakat Surabaya.
Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan kegitan ini terus rutin dilakukan dengan berpindah-pindah di seluruh wilayah Kecamatan di Kota Surabaya untuk menekan angka inflasi harga pangan di pasaran tidak melambung tinggi, seperti adanya kenaikan cabe yang kini mencapai Rp100 ribu per kg.
“Contohnya cabai yang harganya melonjak di pasar, di sini kami jual murah agar masyarakat tetap bisa mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau, jelasnya,” jelas Nanik dalam rilisnya yang dirilis, Kamis (7/10/2026).
Nanik mengatakan selain beras SPHP yang menjadi incaran utama masyarakat, pagan segar seperti produk perikanan dan telur ayam ras ledes terjual habis sejak pelaksanaan penjualanan pangan di kelurahan ini.
Pada acara GPM kali ini berbagai pasokan komoditas pokok hingga makanan olahan UMKM juga banyak dihadirkan antaranya 200 zak beras SPHP 5 dengan harga Rp58 ribu, 75 zak beras premium Jempok Tani 5 kg seharga Rp74.500, Minyakita 360 liter seharga Rp15.000, Minya Rosebrand 120 liter, Minyak Fortune 120 liter, hingga Gila merek mawar 240 gram.
Selain itu, ada pula bahan pangan segar seperti Gula Kebon Agung seharga Rp17.000 per kg, Telur Ayam Ras PT Surya Kreasi Pangan seharga Rp23.000 per kg, Daging Sapi Segar & Olahan dari PD Rumah Potong Hewan (RPH), Daging Ayam Ras dari PT Primafood International, serta 100 bungkus Telur Ayam karya Padat Karya Pemberdayaan Keluarga Miskin.
Ada pula hasil pertanian dari Poktan sekitar, yaitu Bayam Brazil dan Samhong darj Poktan Dorang Cinta, Kangkung dan Bayam hasil Poktan Kampung Kawak dan Bawang dari Poktan Kedung Doro, serta Bunga Kol dan Jagung dari MBR Jambangan dengan harga yang terjangkau semua kalangan.
“Alhamdulillah antusiasme warga tinggi sekali di wilayah ini. Lewat GPM, kami ingin membangkitkan ekonomi masyarakat dengan membawa produk dari kelompok tani lokal seperti Poktan Dorang Cinta, Poktan Kampung Kawak, Poktan Kedung Doro untuk menunjukkan hasil produk mereka,” ujar Nanik saat ditemui di lokasi.
Salah satu warga Safiah, yang tinggal di wilayah Kemayoran mengatakan sengaja datang setelah mendengar kabar adanya penjualan bahan pokok berharga miring.
Pada kesempatan tersebut, ia berhasil membawa pulang dua liter minyak goreng Minyakita dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
“Dapat minyak goreng Minyakita dua liter. Begitu dengar ada orang beli minyak murah, saya langsung ke sini,” ujar Safiah.
Menurut Safiah, selisih harga yang ditawarkan di GPM sangat membantu menjaga dapur tetap ngebul di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok. Ia menyebut ada perbedaan hingga Rp3.000 per liter untuk produk minyak goreng jika dibandingkan dengan harga eceran biasa.
“Beda harganya lumayan jauh. Biasanya beli harga Rp18.000, di sini cuma Rp15.500 (sekitar Rp15.000). Beda Rp3.000 jadi terasa jauh lebih murah,” ungkapnya.
Melihat manfaat besar dari program ini, Safiah berharap Pemkot Surabaya dapat terus menyelenggarakan pasar murah secara berkala dan memperluas jangkauannya hingga ke wilayahnya.
“Iya, harapannya kalau bisa diadakan juga di daerah Kemayoran,” pungkas Safiah. **




