KITAINDONESIASATU.COM — Badan Pengelola Investasi Danantara membuka opsi untuk melikuidasi atau menutup PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI. Langkah ekstrem terhadap BUMN telekomunikasi legendaris yang berbasis di Bandung ini diambil menyusul hasil evaluasi mendalam terhadap kinerja operasional perusahaan yang terus memburuk.
PT INTI, yang didirikan sejak tahun 1974, dinilai kesulitan bertransformasi di era digital modern. Tekanan utang yang menumpuk serta kerugian finansial yang terus membengkak dalam beberapa tahun terakhir menjadi alasan utama Danantara mempertimbangkan opsi penutupan ini demi menyelamatkan aset negara.
Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi besar Danantara dalam menata ulang portofolio lini bisnis plat merah. BUMN yang dinilai sudah tidak produktif dan tidak memiliki urgensi strategis nasional akan dipangkas guna meminimalkan beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Kami harus realistis dalam mengelola aset negara. Jika opsi penyehatan sudah tidak efektif, maka likuidasi menjadi pilihan rasional,” Ketua BP Danantara Dony Oskaria, Sabtu 23 Mei 2026.
Keputusan final mengenai nasib karyawan dan kelanjutan aset PT INTI saat ini masih dikaji BP BUMN dan Danantara. (*)



