KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia masih menjadi magnet bagi investor di tengah gejolak ekonomi global. Bahkan, dalam beberapa pekan ke depan, Prabowo menyebut bakal ada investasi dalam jumlah besar yang masuk ke tanah air.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang ditayangkan pada Rabu (16/9/2026). Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak semata-mata bertumpu pada belanja pemerintah maupun program-program besar yang tengah dijalankan.
Menurut Prabowo, sektor swasta dan arus investasi memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyebut realisasi investasi hingga Juni 2026 telah mencapai Rp1.010 triliun. Sementara sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp1.931 triliun. Angka tersebut disebut turut berkontribusi terhadap pembukaan lapangan kerja dalam jumlah besar.
Sepanjang 2025, sekitar 2,7 juta lapangan kerja disebut tercipta. Sedangkan hingga periode berjalan 2026, pemerintah mencatat sekitar 1,4 juta lapangan kerja yang berkaitan dengan investasi.
Prabowo menekankan capaian investasi tersebut bukan berasal dari program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Ini investasi bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Koperasi Merah Putih, bukan,” ujar Prabowo dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Kamis (17/9/2026).
Yang kemudian menjadi perhatian adalah pernyataan Prabowo mengenai potensi masuknya investasi baru dalam waktu dekat.
Ia meminta publik menunggu karena menurutnya akan ada investasi besar-besaran yang masuk ke Indonesia dalam beberapa pekan mendatang.
“Beberapa minggu ke depan ya Anda tunggu saja. Karena saya sudah tahu ya akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan keyakinan tersebut muncul setelah bertemu dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia. Menurut dia, para investor tersebut melihat kondisi fundamental ekonomi Indonesia sebagai salah satu alasan untuk menanamkan modal di tanah air.
“Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman,” katanya.
Prabowo juga menyoroti sejumlah indikator makroekonomi yang menurutnya menjadi faktor pendukung kepercayaan investor. Ia menyebut tingkat inflasi, rasio utang, serta defisit fiskal sebagai beberapa indikator yang perlu diperhatikan.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut inflasi Indonesia berada di level 2,92 persen.
“Ekonomi kita bagus. Inflasi kita salah satu terendah di dunia, 2,92%, Anda bayangkan,” kata Prabowo.
Ia kemudian membandingkan posisi defisit Indonesia dengan beberapa negara lain. Prabowo menyebut defisit Indonesia masih berada di bawah batas 3 persen, sementara Filipina sekitar 6 persen, India 4,6 persen, dan Prancis 5,4 persen.
Bagi Prabowo, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan investor tetap melihat Indonesia sebagai tujuan penanaman modal.
Optimisme tersebut juga dikaitkan Prabowo dengan prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Ia merujuk pada proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan Indonesia berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2050.
“Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan,” kata Prabowo.
Dengan capaian investasi yang telah dibukukan hingga pertengahan 2026 serta rencana investasi baru yang disebut akan masuk dalam beberapa pekan mendatang, pemerintah menyatakan akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya tarik Indonesia bagi investor.
Namun, investasi yang disebut Prabowo akan masuk dalam beberapa pekan ke depan masih merupakan pernyataan mengenai rencana atau ekspektasi, sehingga nilai dan proyek konkretnya belum disebutkan secara terbuka. (*)






