Berita UtamaNews

PPIH dan Kemenhaj Saudi Duduk Bareng, Ini Bocoran Persiapan Haji Tahun Depan

×

PPIH dan Kemenhaj Saudi Duduk Bareng, Ini Bocoran Persiapan Haji Tahun Depan

Sebarkan artikel ini
Hilman Kemenag 3 scaled
Kemenag dan Kemenhaj Saudi bertemu melakukan pembahasan soal penyelenggaraan haji tahun 2026. (Dok. Kemenag)

KITAINDONESIASATU.COM – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah sekaligus Penanggung Jawab PPIH Arab Saudi, Hilman Latief, melakukan pertemuan penting dengan Deputy Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Hasan Munakirah, dalam rangka membahas evaluasi pelaksanaan haji 2025 serta menyusun strategi awal untuk penyelenggaraan haji 2026.

Pertemuan strategis ini digelar langsung di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, di mana Hilman didampingi oleh Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, dan Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam.

“Kami bersyukur atas kelancaran ibadah haji tahun ini. Berkat pertolongan Allah dan kolaborasi solid antara Indonesia dan Arab Saudi, berbagai kendala yang muncul selama operasional haji berhasil kami tangani bersama,” ujar Hilman Latief menjelang kepulangannya ke Tanah Air dari Jeddah, dikutip Sabtu, 28 Juni 2025.

Pertemuan ini menjadi bagian penting dari upaya diplomasi haji dan penguatan kerja sama bilateral antarnegara dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia di masa mendatang.

Pemerintah Arab Saudi telah memberikan timeline penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 H. Info tahapan haji tahun depan itu diberikan pada pertemuan penutupan penyelenggaran haji 2025 di Makkah, 12 Zulhijjah 1446 H atau 8 Juni 2025.

“Tahapan itu mulai dari penetapan kuota, penetapan lokasi di Masya’ir, persiapan kontrak, penentuan jemaah, pelunasan dan lainnya. Ini memang disarankan lebih awal,” sebut Hilman.

“Tentu kami akan menyampaikan ini kepada stakeholders terkait untuk penyelenggaraan haji 1447 H. Semoga kita semua diberikan kemudahan,” sambungnya.

Pemulangan dari Madinah

Fase pemulangan jemaah haji gelombang I dari Jeddah sudah berakhir. Bersamaan itu, dimulai fase pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.

Saat ini, operasional haji terfokus di Makkah dan Madinah. Proses pergerakan jemaah haji dari Makkah ke Madinah akan berlangsung hingga 2 Juli 2025. Artinya, selain menerima kedatangan jemaah dari Makkah, petugas Daker Madinah juga harus berjibaku untuk melayani kepulangan jemaah dari Kota Nabawi ke tanah air.

“Puncak pelayanan tahap terakhir berada di Madinah. Kami meminta jemaah terus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, baik pada saat perjalanan dari Makkah menuju Madinah, saat berkegiatan di Madinah untuk beribadah di Masjid Nabawi, di hotel Markaziyah, maupun saat berziarah,” pesan Hilman.

Penyelenggaraan haji 1446 H masih akan berlangsung dua Minggu ke depan. Proses pemulangan jemaah dari Madinah akan berlangsung hingga 11 Juli 2025. “Waktu masih Panjang, saya berharap seluruh petugas tetap siap siaga, meski kondisi sudah melandai,” tutur Hilman.

Sampai hari ini, tercatat ada 280 kloter dengan 108.857 jemaah (53,33%) yang sudah kembali ke tanah air. Sebanyak 245 kloter saat ini masih di Makkah dan Madinah. Ada 92 jemaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi dan 26 jemaah dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

“Mohon doanya semoga diberi kemudahan dan kesembuhan sehingga bisa mengikuti tahapan berikutnya dari proses penyelenggaraan haji ini, baik yang harus menuju ke Madinah maupun harus kembali ke tanah air,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *