KITAINDONESIASATU.COM – Setelah kisah penculikan Bilqis Ramadhani (4) mengguncang publik Sulawesi Selatan, kini perhatian tertuju pada proses pemulihan sang balita. Tim Psikologi Biro SDM Polda Sulsel turun langsung memberikan pendampingan trauma healing bagi Bilqis dan keluarganya.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen polisi dalam melindungi serta memulihkan kondisi psikologis korban kejahatan.
“Pendampingan psikologis ini dilakukan agar Bilqis bisa kembali merasa aman, berani, dan percaya diri setelah peristiwa mengerikan yang ia alami,” ujar Didik di Makassar, Kamis (13/11).
Tim psikolog menerapkan terapi seni, observasi perilaku, hingga sesi wawancara lembut untuk membantu Bilqis mengatasi ketakutannya. Tak hanya fokus pada sang anak, orang tua dan keluarga juga mendapat bimbingan khusus agar mampu memberikan dukungan emosional yang tepat selama masa pemulihan.
“Pendampingan ini juga bertujuan memperkuat hubungan keluarga, membantu mereka beradaptasi, dan menghadapi dampak psikologis dari kejadian tersebut,” tambah Didik.
Polda Sulsel menegaskan, program pendampingan ini bagian dari pelayanan humanis kepolisian, bukan sekadar menegakkan hukum, tetapi juga memulihkan luka batin korban.
Kisah Bilqis menjadi pengingat bahwa trauma anak korban kejahatan tak berhenti setelah pelaku ditangkap. Pemulihan batin justru jadi langkah terpenting untuk mengembalikan senyum kecil yang sempat hilang. (*)




