Berita UtamaNews

Perjuangan Nadia, Menggapai Cita di Tengah Keterbatasan

×

Perjuangan Nadia, Menggapai Cita di Tengah Keterbatasan

Sebarkan artikel ini
nadia
Kisah Nadia adalah cerminan dari semangat dan tekad untuk meraih pendidikan di tengah berbagai tantangan. (KIS/NICKO)

KITAINDONESIASATU.COM – Di tengah keterbatasan ekonomi dan tantangan situasi keluarga, Nadia Putri Darmawan (16), seorang siswi kelas 9 yang beragama Kristen, mengisahkan perjalanan pendidikannya yang menarik di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda, Jalan Sumur Wangi, RT 01/RW 09, Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kisah ini dimulai ketika keluarganya berpindah dari Jakarta ke Bogor pada tahun 2016.

Mery Natalia (38), ibu Nadia, yang bekerja serabutan, mengungkapkan bahwa kesulitannya dalam memenuhi persyaratan administrasi menjadi alasan utama Nadia bersekolah di MI Nurul Huda.

“Karena ketidaklengkapan persyaratan, akhirnya saya masukkan Nadia ke MI (Madrasah Ibtidaiyah) Nurul Huda yang dekat dari rumah,” ungkap Mery.

Setelah menyelesaikan pendidikan di MI Nurul Huda, keterbatasan ekonomi memaksa Nadia untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi di MTs Nurul Huda, yang masih dalam satu yayasan.

“Waktu itu mengurus surat pindah ke sini agak sulit. Akhirnya, kami memutuskan untuk kembali ke MTs karena dekat dan pihak sekolah sudah mengenal kami,” tambah Mery.

Mery menegaskan bahwa tidak ada tekanan dari pihak sekolah meskipun anaknya berbeda keyakinan. “Pihak sekolah mengerti bahwa kami Kristen, jadi Nadia tidak diwajibkan mengikuti pelajaran agama Islam,” jelasnya dengan penuh rasa syukur.

Kehidupan ekonomi keluarga semakin menantang setelah ayah Nadia terkena PHK dan kini berjualan sayur keliling.

“Kami punya tunggakan lama di MI dan MTs, tapi pihak sekolah tidak pernah memberikan tekanan untuk segera melunasi,” ujar Mery.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *