KITAINDONESIASATU.COM – Kemenangan Al Nassr di Liga Pro Arab Saudi 2025/2026 jauh dari kata damai sepanjang musim kompetisi tahun ini.
Sepanjang musim, ‘teori konspirasi’ tentang wasit yang memihak tim Ronaldo terus bermunculan, bahkan Al Nassr kebobolan 11 penalti, jumlah tertinggi di Liga Pro Arab Saudi 2025/2026.
Situasi memuncak pada bulan April 2026 kemarin ketika dua pemain Al Ahli secara terbuka mempertanyakan transparansi liga setelah tidak mendapatkan penalti yang jelas.
Bahkan gelandang Al Ahli, Galeno pernah menulis di media sosial dengan ungkapan sidiran yang tersirat ditujukan kepada sang bintang superstar.
“Berikan saja trofi itu kepada mereka, itulah yang mereka inginkan. Mereka ingin memberikan gelar juara kepada satu individu, yang merupakan bentuk kurangnya rasa hormat terhadap klub kami.”
Menanggapi tuduhan ini Jesus Arroyo, penasihat CEO Saudi Pro League (SPL) menegaskan jika minta menanyakan kepada klub Real madrid.
“Tanyakan pada Real Madrid apa pendapat mereka tentang wasit di La Liga, begitulah sepak bola. Para wasit melakukan pekerjaan yang sangat baik di liga yang penuh emosi dan realita,” ujarnya.
Mengatasi ‘teori konspirasi’ dan tekanan yang sangat besar, Cristiano Ronaldo meraih kesuksesan dengan secara resmi memimpin Al Nassr meraih kemenangan di Liga Pro Saudi musim 2025/2026.
Tiga setengah tahun setelah tiba di Timur Tengah, Cristiano Ronaldo akhirnya mengangkat trofi Liga Pro Saudi bersama Al Nassr.
Ini adalah puncak dari perjalanan panjang dan penuh peristiwa, yang dipenuhi dengan air mata kegembiraan dan kontroversi tanpa henti seputar liga yang berkembang pesat ini.
Persaingan perebutan gelar liga musim 2025/2026 juga berlangsung dramatis hingga putaran terakhir, Al Nassr memasuki pertandingan melawan Damac FC dengan membutuhkan kemenangan.
Kemenangan ini untuk mempertahankan keunggulan tipis dua poin mereka atas rival klasemen sementara Al Hilal.
Sementara Al Hilal mengamankan kemenangan mereka dengan skor 1-0 melawan Al Fayha, Ronaldo pun kemudian bersinar terang di Riyadh dengan mencetak dua gol.
Momen paling berkesan adalah gol tendangan bebas langsung dari superstar Portugal itu, segera setelah bola melayang lurus ke gawang, mantan bintang Real Madrid itu tak kuasa menahan air matanya.
Di usia 41 tahun, setelah begitu banyak kesempatan yang terlewatkan untuk memenangkan gelar domestik di Arab Saudi, emosi CR7 akhirnya meluap.
Ini adalah gelar juara nasional kedelapan dalam kariernya selama 24 tahun, yang mencakup di lima negara berbeda di kawasan Eropa dan Asia khususnya kawasan Teluk. **
