Berita UtamaNews

Penataan Puncak Dimulai, Aksi Nyata atau Janji Lama yang Baru Diwujudkan?

×

Penataan Puncak Dimulai, Aksi Nyata atau Janji Lama yang Baru Diwujudkan?

Sebarkan artikel ini
penataan kawasan puncak
Pemkab Bogor tertibkan PKL, bersihkan sampah, dan turunkan baliho liar demi wujudkan Puncak yang lebih tertib, bersih, dan nyaman. (KIS/IST)

Sejumlah titik yang sebelumnya dipenuhi sampah dan lapak semrawut mulai terlihat lebih tertata. Baliho liar yang merusak panorama alam juga mulai diturunkan secara bertahap. Penertiban dilakukan secara persuasif, disertai dialog dengan pelaku usaha dan warga.

Penataan ini tidak bersifat sementara, melainkan akan berlangsung secara berkelanjutan dengan pengawasan rutin. Pemerintah Kabupaten menargetkan kawasan Puncak bisa menjadi contoh tata ruang kawasan wisata yang harmonis antara alam, ekonomi lokal, dan ketertiban umum.

Plt. Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menegaskan bahwa aksi penertiban ini merupakan hasil rapat lintas sektor pada Selasa lalu. Rapat tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah, unsur perhotelan, kecamatan, serta kementerian terkait dari tingkat pusat dan provinsi.

“Penataan ini bertujuan menjadikan kawasan Puncak lebih indah dan aman bagi wisatawan. Kita tertibkan reklame yang tidak memiliki izin, dan untuk yang berizin tapi penempatannya tidak tepat, kita arahkan untuk digeser, misalnya yang berdiri di atas saluran air atau terlalu dekat badan jalan,” ujar Eko.

Camat Cisarua, Heri Risnandar, menjelaskan bahwa pembongkaran bak-bak sampah menjadi bagian dari upaya mengubah wajah kawasan Puncak agar lebih tertib dan bersih.

“Hari ini tim gabungan dari Satpol PP, DLH, DPKPP, dan unsur kecamatan mulai membongkar bak-bak sampah yang tidak lagi layak. Lokasi yang dulunya jadi tempat pembuangan sementara, kita tutup dan tanami pot tanaman agar lebih asri,” jelas Heri saat ditemui di lokasi kegiatan.

Selain itu, penataan juga menyasar revitalisasi saluran air yang kerap menyebabkan genangan. Sejumlah alat berat akan segera diturunkan untuk memperbaiki titik-titik rawan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Jalur-jalur protokol juga akan dicat ulang secara gotong royong bersama stakeholder dan perusahaan sekitar. Dinding-dinding yang dipenuhi vandalisme akan dibersihkan dan diganti dengan warna yang mencerminkan kebersihan dan keteraturan.

Kecamatan Cisarua bahkan telah memobilisasi tim penataan hingga tingkat desa, seperti di Desa Lewi Malang yang sudah memulai aksi bersih-bersih. Heri menargetkan agar setiap desa dan kelurahan memiliki tim penataan kawasan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *