KITAINDONESIASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani timbunan sampah yang memenuhi aliran Sungai Kali Baru di Jalan Raya Jakarta–Bogor. Sejumlah perangkat daerah berkolaborasi melakukan pembersihan secara intensif dengan mengerahkan puluhan armada dan alat berat.
DLH dan DPU Berkolaborasi Tangani Timbunan Sampah
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) turun langsung ke lokasi untuk mempercepat pengangkutan sampah yang selama ini menghambat aliran sungai. Kondisi tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan banjir serta pencemaran lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Bogor, Agus Budi, menjelaskan bahwa sejak pelaksanaan pembersihan hingga hari ini, DLH telah mengerahkan sekitar 40 truk yang berasal dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT). Sementara itu, DPU turut mengoperasikan dua unit alat berat, termasuk eskavator amfibi, untuk mengangkat timbunan sampah dari dasar sungai.
“Atas arahan Bupati Bogor, seluruh perangkat daerah terkait bergerak bersama menangani permasalahan sampah di Sungai Kali Baru. Kondisi timbunan sampah di lokasi ini memang sangat memprihatinkan. Karena itu, kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” ujar Agus Budi, Senin 13 Juli 2026.
Volume Sampah Diperkirakan Mencapai 230 Truk
Agus mengungkapkan, volume sampah yang harus diangkut diperkirakan mencapai sekitar 230 truk. Dengan kapasitas armada dan alat berat yang saat ini beroperasi, proses pembersihan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima hari.
“Perkiraan sementara, volume sampah mencapai sekitar 230 truk. Jika proses berjalan lancar, kami menargetkan pembersihan dapat selesai dalam waktu kurang lebih lima hari,” jelasnya.
Proses Evakuasi Terkendala Timbunan Pohon dan Sampah Berukuran Besar
Menurut Agus, proses pembersihan di lapangan tidak berjalan mudah. Selain tumpukan sampah rumah tangga, petugas juga menemukan batang dan dahan pohon berukuran besar yang tersangkut di aliran sungai. Material tersebut harus diangkat dan dipotong terlebih dahulu sebelum sampah lainnya dapat dievakuasi.
Tidak hanya itu, berbagai barang berukuran besar juga ditemukan di dalam sungai, mulai dari kulkas, televisi, hingga kasur. Temuan tersebut menunjukkan masih adanya perilaku membuang sampah sembarangan yang memperparah kondisi sungai.
“Dari informasi tim DPU, kedalaman timbunan sampah mencapai sekitar dua meter. Karena itu, proses pembersihan membutuhkan upaya yang sangat ekstra, baik dari sisi personel, armada, maupun penggunaan alat berat,” katanya.
Pemkab Bogor Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai
Pemkab Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke aliran air. Keberhasilan normalisasi sungai tidak hanya bergantung pada kerja pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga agar sungai tetap bersih, aliran air tetap lancar, serta risiko banjir dapat diminimalkan.
Komitmen Penanganan Sampah Berkelanjutan
Kolaborasi lintas perangkat daerah dalam penanganan timbunan sampah di Sungai Kali Baru diharapkan menjadi langkah percepatan pemulihan fungsi sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah juga mengimbau seluruh warga untuk tidak membuang sampah ke sungai demi mencegah terulangnya kondisi serupa di kemudian hari.





