Berita UtamaNews

Pelajar SMP Dibacok Saat Tawuran di Tangerang, Polisi Buru Dua Pelaku

×

Pelajar SMP Dibacok Saat Tawuran di Tangerang, Polisi Buru Dua Pelaku

Sebarkan artikel ini
pembacokan
Ilustrasi pembacokan. (Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Aksi kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Tangerang, Banten. Seorang pelajar SMP berinisial AH (15), menjadi korban pembacokan dan mengalami luka berat pada pergelangan tangan kiri hingga nyaris putus.

Insiden tersebut kini menjadi perhatian aparat. Polsek Cisoka, Polresta Tangerang, tengah memburu dua orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap korban.

Kanit Reskrim Polsek Cisoka, Ipda Icuk Tulus, mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas kedua terduga pelaku. Tim kepolisian pun telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran dan menangkap mereka.

“Identitas pelaku sudah kami kantongi, dan tim di lapangan sedang melakukan pengejaran untuk penangkapan,” ujar Icuk di Tangerang, Kamis (20/8).

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (18/8) sekitar pukul 16.30 WIB di Kampung Munjul, Adiyasa, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan keterangan saksi, AH yang merupakan siswa SMP Negeri 4 Solear awalnya hendak menyaksikan siaran langsung aksi tawuran melalui Instagram. Namun, korban kemudian mendatangi lokasi kejadian.

Situasi berubah menjadi mencekam ketika kendaraan yang ditumpangi korban tiba-tiba mengalami mogok di tengah perjalanan.

Saat itulah AH diduga menjadi sasaran serangan oleh orang tidak dikenal dari salah satu kelompok sekolah yang terlibat tawuran.

“Di tengah jalan kendaraan yang ditumpangi korban mendadak mogok. Saat itulah ia menjadi sasaran penyerangan oleh orang tidak dikenal dari salah satu kelompok sekolah yang terlibat tawuran,” kata Icuk.

Serangan tersebut menyebabkan AH mengalami luka bacok serius pada bagian pergelangan tangan kiri. Luka yang diderita korban bahkan disebut sangat parah hingga bagian tersebut hampir putus.

Korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Tigaraksa untuk mendapatkan penanganan medis. AH telah menjalani operasi untuk menangani luka berat yang dialaminya.

Polisi masih mendalami identitas dan latar belakang kedua terduga pelaku. Hingga kini, penyidik juga belum memastikan apakah mereka berasal dari kalangan pelajar atau bukan.

“Sementara untuk status pelaku, apakah dari kalangan pelajar atau bukan, kami belum dapat memastikannya dan masih dalam tahap pengembangan,” ujar Icuk.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengamankan satu barang bukti berupa tas milik korban. Tas tersebut masih terdapat noda darah yang diduga berkaitan dengan peristiwa penyerangan.

“Untuk barang bukti baru diamankan sebuah tas milik korban yang masih ada noda darahnya,” katanya.

Polisi kini terus bergerak untuk menangkap dua orang yang telah teridentifikasi sebagai terduga pelaku. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap secara utuh kronologi penyerangan, termasuk motif serta keterlibatan pihak lain jika memang ditemukan.

Kasus ini juga menjadi peringatan mengenai dampak aksi tawuran dan penyebaran konten kekerasan di media sosial. Keinginan untuk menyaksikan atau mengikuti informasi mengenai tawuran dapat berujung pada situasi berbahaya apabila seseorang mendatangi lokasi kejadian.

Karena itu, Icuk mengimbau orang tua dan pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial.

Pengawasan dinilai penting agar para pelajar tidak mudah terprovokasi konten kekerasan maupun ajakan tawuran yang dapat membahayakan keselamatan mereka. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *