KITAINDONESIASATU.COM – Gelombang aksi jual besar-besaran di pasar kripto memicu tekanan ke berbagai instrumen keuangan global.
Dampaknya tak hanya dirasakan aset digital, tetapi juga menjalar ke komoditas safe haven seperti emas.
Pada awal perdagangan Asia, harga emas tercatat melemah seiring meningkatnya kepanikan investor setelah Bitcoin dan aset kripto utama lainnya mengalami penurunan tajam.
Analis IG Group, Chris Beauchamp, menilai kondisi pasar kripto saat ini telah berubah dari sekadar tren bearish menjadi fase tekanan ekstrem.
“Pasar beruang kripto kini menjelma menjadi kekalahan total pasar,” ujar Beauchamp, dikutip dari Wall Street Journal Jumat 6 Februari 2026.
Data perdagangan menunjukkan harga emas spot turun sekitar 0,6% ke level US$4.747,45 per ons. Jika dikonversi ke rupiah dengan asumsi kurs Rp17.550 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp833,3 juta per ons.


