Tekanan ini muncul akibat efek penularan (contagion effect) dari aksi jual kripto yang memaksa investor melepas berbagai aset untuk menutup kerugian maupun memenuhi margin call.
Sementara itu, Bitcoin mencatat koreksi jauh lebih dalam. Berdasarkan data FactSet, aset kripto terbesar tersebut anjlok 13,4% dan diperdagangkan di kisaran US$63.438 atau sekitar Rp1,11 miliar per koin.
Penurunan tajam ini memicu likuidasi besar-besaran di pasar kripto global, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang daya tahan aset lindung nilai tradisional di tengah volatilitas ekstrem.
Tekanan tambahan juga datang dari penguatan dolar AS. Indeks dolar (DXY) dilaporkan mendekati level 105,5, yang secara historis kerap menekan harga emas di pasar global.***

