KITAINDONESIASATU.COM — Gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah Eropa Barat memicu lonjakan angka kematian berlebih (excess mortality) yang mengerikan. Berdasarkan laporan data kesehatan terbaru, cuaca panas yang melampaui batas normal tersebut telah menyebabkan sedikitnya 3.700 kematian berlebih di tiga negara, yaitu Prancis, Belgia, dan Belanda.
Suhu udara yang sempat meroket hingga di atas 40 derajat Celsius membuat fasilitas kesehatan di ketiga negara kewalahan. Sebagian besar kasus kematian dilaporkan terjadi di lingkungan perumahan serta panti jompo.
Kelompok lansia, anak-anak, dan individu dengan penyakit bawaan seperti gangguan jantung serta pernapasan menjadi korban yang paling rentan terhadap serangan heat stroke atau komplikasi akibat stres panas.
Otoritas medis di Prancis mencatat angka korban tertinggi, disusul oleh lonjakan kasus serupa di wilayah padat penduduk Belgia dan Belanda. Layanan ambulans dan ruang gawat darurat dilaporkan beroperasi melampaui kapasitas normal akibat tingginya panggilan darurat.
Para ahli iklim memperingatkan bahwa fenomena mengerikan ini merupakan bukti nyata dari dampak perubahan iklim global yang kian memburuk.
Pemerintah setempat kini didorong untuk segera mengevaluasi sistem mitigasi bencana cuaca ekstrem, termasuk memperbaiki infrastruktur pendingin publik dan memperkuat layanan perawatan bagi warga rentan guna mencegah jatuhnya korban yang lebih besar di masa depan.(*)
