Total 1.500 tahanan kini menjadi buronan di seluruh Nepal, termasuk para napi dari Penjara Jaleswar dan Penjara Tulsipur.
Gelombang aksi Gen-Z di jalanan turut memicu perdebatan tentang pengaruh media sosial yang dibatasi pemerintah.
Di Penjara Jaleswar, hampir seluruh 577 tahanan dikabarkan kabur; laporan Aaj Tak menyebut angka pelarian mencapai 576 orang, bahkan publikasi lain memperkirakan hingga 900 napi lolos.
Di Penjara Gaur, Rautahat, sebagian besar narapidana juga melarikan diri. Situasi ini memperlihatkan lemahnya sistem keamanan penjara Nepal saat menghadapi gelombang protes Gen-Z yang memanas akibat pembatasan media sosial dan isu korupsi.
Laporan lain menunjukkan 773 napi kabur dari Penjara Pokhara setelah pengunjuk rasa menyerbu bangunan itu.
Kantor Kepolisian Kaski mengonfirmasi bahwa pelarian terjadi Selasa sore. Di Provinsi Dang, 127 tahanan dari Penjara Tulsipur juga meloloskan diri.
Gelombang Gen-Z yang marah terhadap pembatasan media sosial dan dugaan korupsi membuat keamanan penjara Nepal lumpuh total.
Sementara itu, laporan terbaru menyebut upaya massa untuk menyerbu Penjara Birgunj di Kathmandu dan Penjara Malangwa di Sarlahi. Penjara Birgunj kini diambil alih tentara, sedangkan Penjara Malangwa diduga dibakar pengunjuk rasa setelah bentrokan sengit dengan polisi.

