Ia juga menekankan bahwa keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama tanpa membedakan gender.
Menurutnya, baik perempuan maupun laki-laki memiliki hak yang sama atas perlindungan dalam transportasi publik.
Arifatul berharap polemik ini dapat menjadi pelajaran bersama untuk meningkatkan sistem keamanan transportasi.

