KITAINDONESIASATU.COM – Jakarta bersiap menghadapi malam pergantian tahun paling padat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas besar-besaran di kawasan Sudirman–MH Thamrin demi mengamankan dan melancarkan perayaan Tahun Baru 2026, Rabu (31/12).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, sebanyak 33 titik ruas jalan akan ditutup secara bertahap mulai pukul 18.00 WIB hingga 01.00 WIB dini hari, dengan pola yang situasional dan dinamis, lengkap dengan pengalihan arus ke rute alternatif.
“Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk menunjang kelancaran malam tahun baru,” ujar Syafrin di Jakarta, Selasa (30/12).
Sejumlah titik pusat perayaan dipastikan akan dipadati massa, mulai dari Lapangan Banteng, MH Thamrin, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas BNI 46, Semanggi, kawasan BEI/SCBD, hingga FX Sudirman.
Penutupan jalan mencakup Jalan Jenderal Sudirman dari Bundaran Senayan hingga Bundaran HI, Jalan MH Thamrin dari Bundaran HI sampai Patung Kuda, serta Jalan Pintu 1 Senayan. Tak hanya itu, sejumlah ruas vital lain juga terdampak, termasuk Bendungan Hilir, KH Mas Mansyur, Karet Pasar Baru Timur, Imam Bonjol, Sumenep, Setiabudi, Prof Dr Satrio, Garnisun, Kolong Semanggi, hingga kawasan SCBD dan Medan Merdeka.
Rekayasa juga merambat ke Simpang Harmoni, Veteran, Majapahit, Kebon Sirih, Kebon Kacang, Panglima Polim, Trunojoyo, serta jalur-jalur strategis di pusat kota yang biasa menjadi urat nadi lalu lintas Jakarta.
Untuk mengantisipasi kemacetan total, Dishub DKI menyiapkan rute-rute alternatif dari berbagai arah—mulai dari Blok M, Pancoran, Slipi, Kampung Melayu, Tanah Abang, Manggarai, hingga Harmoni—agar pergerakan kendaraan tetap terdistribusi.
Tak hanya fokus pada arus lalu lintas, Pemprov DKI juga menyiapkan 36 titik kantong parkir raksasa di sekitar lokasi perayaan. Total kapasitasnya mencapai lebih dari 43 ribu kendaraan, termasuk 21.132 SRP sepeda motor, 22.306 SRP mobil, dan 182 SRP bus.
Kantong parkir tersebar di lokasi strategis seperti Monas, Gambir, Sarinah, Plaza Indonesia, Grand Indonesia, GBK, FX Sudirman, Plaza Senayan, Blok M, hingga sejumlah gedung perkantoran dan hotel besar di pusat kota.
Meski fasilitas parkir disiapkan masif, Syafrin tetap mengimbau warga untuk tidak nekat membawa kendaraan pribadi. Masyarakat diminta memaksimalkan transportasi umum seperti Transjakarta, MRT, LRT, dan commuter line demi menghindari kepadatan ekstrem. (*)

