KITAINDONESIASATU.COM – Wilayah Laut Sulawesi, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) diguncang gempa tektonik bermagnitudo 5,1 pada Selasa (9/6/2026) pukul 13.15 WIB.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi dangkal ini berpusat di laut pada jarak 204 kilometer barat laut Tahuna dengan kedalaman 24 kilometer.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan infrastruktur. Getaran gempa dirasakan dengan skala intensitas II hingga III MMI oleh warga di Kepulauan Marore, Kendahe, hingga wilayah perbatasan di Miangas, Kepulauan Talaud.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengungkapkan bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan (aftershock) dari gempa dahsyat berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6) kemarin.
Sementara itu, dampak gempa utama di Filipina dilaporkan sangat merusak. Otoritas setempat mengonfirmasi sedikitnya 41 orang tewas, empat orang hilang, dan ribuan warga mengungsi akibat bangunan roboh serta tanah longsor.
Hingga Selasa pagi, BMKG mencatat telah terjadi 130 aktivitas gempa susulan di sekitar episenter utama.(*)
