Berita Utama

Lahan Makam di Panongan Dijual ke Pengembang, Ahli Waris Tidak Tahu

×

Lahan Makam di Panongan Dijual ke Pengembang, Ahli Waris Tidak Tahu

Sebarkan artikel ini
makamdijual
Penggalian makam (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Sebanyak 13 makam dari total 140 makam di Kampung Panongan RT 002/001, Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/7/2025), mulai dibongkar, karena sudah berpindah tangan ke pengembang.

Pembongkaran dilakukan secara manual oleh keluarga ahli waris dan dikafani kembali sebelum dipindahkan ke lokasi makam baru di RT 001/001.  “Makam ini awalnya makam keluarga, lama kelamaan banya warga yang dimakamkan disini dan sekarang jumlahnya mencapai ratusan,” ujar Surip, Ketua RT 002/001 yang mengaku ada anggota keluarga dimakamkan di lokasi tersebut.

Surip mengatakan, makam yang dibongkar adalah makam keluarga seperti makam almarhum Pak Kantor, Ibu Sayani, dan Pak Sarli. Meski demikian pemindahan makam dilakukan sesuai tradisi keagamaan. “Dulu kakek saya sering ngajak ziarah ke sini. Jadi, saya tahu persis makam ini sudah lama keberadaan,” tambahnya.

Lahan seluas 600 m2 untuk makam telah disediakan pengembang. Namun, Surip mengaku dirinya tidak mengetahui detail soal penjualan lahan maupun pembiayaan pemindahan makam.

Hal yang sama dikatakan Yadi, warga lainnya. Kata dia, informasi yang beredar lahan tersebut sudah dijual ke pengembang. Hampir semua lahan disini sudah dukuasiai swasta, termasuk lahan bekas peternakan milik pengusaha Engkoh Liem. “Kalau ketemu jenazahnya ya kami pindahkan. Kalau tidak ketemu ya bagaimana lagi,” ujarnya.

Kepala Desa Panongan, Suhendi, mengaku tidak tahu menahu tentang pembongkaran makam tersebut. Itu urusan internal antarahli waris dan pihak desa tidak dilibatkan. “Silakan tanya langsung ke ahli warisnya, saya tidak tahu,” katanya singkat.

Hal yang sama dikatakan Camat Panongan, Heru Ultari. Dirinya mengaku belum menerima laporan resmi terkait pemindahan makam ini. “Saya baru tahu dari media. Akan saya cari informasi lengkapnya terlebih dahulu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *