Akibat langsung dari konflik ini adalah harga minyak dunia naik secara signifikan.
Harga minyak Brent tercatat naik ke sekitar US$80 per barel atau sekitar Rp1,25 juta, dari sebelumnya di kisaran US$67–73 per barel (sekitar Rp1,05–1,14 juta). Jika gangguan berlanjut, harga berpotensi menembus US$100 per barel atau sekitar Rp1,57 juta.
Perusahaan pelayaran raksasa dunia seperti Maersk telah menangguhkan transit kapal mereka melalui Selat Hormuz karena alasan keamanan. Langkah ini secara langsung mengganggu rantai pasokan global dan akan berdampak pada harga barang konsumsi di seluruh dunia.
Negara-Negara yang Paling Terdampak
–Importir Minyak: China, Jepang, India, dan Korea Selatan adalah pihak paling rentan karena mereka adalah pembeli utama minyak dari Teluk.
–Eksportir Minyak: Negara-negara Teluk (Arab Saudi, Irak, UEA, Kuwait, Qatar) akan kehilangan pendapatan utama jika ekspor terhambat.
–Dunia: Seluruh negara akan merasakan dampak inflasi akibat kenaikan harga energi dan biaya logistik.


