Kapal tanker minyak “Skylight” juga diserang di perairan utara pelabuhan Khasab, Oman, melukai empat awaknya.
AS merespons dengan mengumumkan penghancuran sembilan kapal perang Iran, seperti dinyatakan langsung oleh Presiden Donald Trump .
Pentingnya Selat Hormuz: Jantung Minyak Dunia Berhenti Berdetak
Mengapa dunia panik? Selat Hormuz adalah jalur air paling vital di dunia. Dengan lebar hanya 33-50 km, selat ini dilewati sekitar 20-21 juta barel minyak per hari (data 2022-2023), atau hampir seperlima dari konsumsi minyak global.
Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi (65-70% ekspornya), Irak (95%), UEA (90%), serta Kuwait dan Qatar, sangat bergantung pada jalur ini untuk mengirim minyak ke pasar Asia seperti China, Jepang, India, dan Korea Selatan.
Gangguan di sini sama dengan menghentikan pasokan energi ke sebagian besar ekonomi dunia.
Dampak Ekonomi: Harga Minyak Melonjak, Rantai Pasok Terganggu


