KITAINDONESIASATU.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Selasa 21 April 2026 memberikan klarifikasi terkait anggaran penyediaan solusi IT yang mencapai Rp1,2 triliun untuk tahun anggaran 2025.
Anggaran jumbo tersebut dialokasikan untuk pengembangan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) serta layanan managed service sarana IT dan IoT guna memastikan distribusi gizi terpantau secara real-time.
Dadan merinci bahwa sekitar Rp550 miliar dialokasikan untuk pengembangan aplikasi SIPGN yang mencakup berbagai modul teknis. Sementara itu, sebesar Rp199 miliar digunakan untuk penyediaan layanan managed service perangkat IoT.
Ia menegaskan bahwa pemilihan mitra strategis, dalam hal ini Perum Peruri, dilakukan berdasarkan mandat regulasi, mengingat status Peruri sebagai GovTech Indonesia yang memiliki spesialisasi dalam keamanan digital tinggi.
Langkah kolaborasi dengan BUMN ini diambil untuk menjamin keamanan data nasional dan kedaulatan data gizi masyarakat. Dadan memastikan seluruh proses pengadaan dijalankan secara transparan dan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
BGN berkomitmen agar sistem ini segera beroperasi maksimal demi memastikan program pemenuhan gizi nasional tepat sasaran dan meminimalkan celah penyimpangan administratif.(*)

