KITAINDONESIASATU.COM – Kedatangan sejumlah penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di sebelah utara perairan Sumenep Madura di Tanjung Perak Surabaya menyisakan banyak kisah yang dramatis, Senin (3/8/2026).
Salahsatu korban selamat dari KM Mutiara Sentosa 2 rombongan yang mengirim barang ke Makassar sempat berkumpul di bagian anjungan kapal sebelum kemudian meloncat ke permukaan laut untuk menyelamatkan diri.
Salah satu anggota rombongan Ahmad mengisahkan bersama lima teman lainnya sedang berada di kamar sedang sarapan pagi tiba-tiba melihat asap dari bawah kapal Mutiara Sentosa 2.
Ahmat yang saat itu baru saja bangun dari tidur masih di dalam kamar sambil sarapan kemudian mencari tahu asap, ternyata itu adalah kebakaran dari kapal yang tumpanginya.
Mendengar informasi itu tanpa berfikir panjang Ahmad kabur keluar dari kamar dan menuju bagian depan kapal, beberapa orang mengarahkan untuk segera keluar dari kamar dan segera menuju bagian depan kapal.
Wartawan kompas.com, Jack Robby Damarjati dan Larissa Huda menuliskan setelah sesampai di anjungan sudah ada sejumlah penumpang yang menunggu kapal lain mendekat untuk membantu evakuasi.
Namun mereka mendapati instruksi untuk melompat ke laut, namun Ahmad menunggu kapal mendekat baru dia meloncat, namun tidak semua meloncat ke laut.
Oleh karena teman-teman ahmad lainnya tidak meloncat ke laut secara bersamaan sehingga saat proses evakuasi tidak dilakukan bersamaan sehingga ia terpisah dengan teman-temannya.
Seluruh penumpang yang dia ketahui telah menggunakan pelampung, Ahmad bersama enam orang salah satu temannya belum tahu, diperkirakan ikut evakuasi kapal lain, sejauh ini belum tahu kabarnya.
Kini sejumlah penumpang yang selamat dari maut sudah berada di penampungan di Tanjung Perak Surabaya setelah mendapatkan pertolongan dari kapal lain yang sedang melintas dan membawanya ke pelabuhan Tanjung Perak.
Sementara kesaksian lain diungkapkan Bambang melihat pertama kali melihat asap mengepul dari bawah kapal sebelum kemudian memenuhi seluruh bagian atas kapal.
Melihat situasi seperti itu seluruh penumpang bergerak ke arah depan kapal yang lebih aman dan jauh dari kobaran asap yang terus membumbung tinggi ke udara.
Penumpang yang berkumpul di lambung depan kapal tidak langsung melompat ke laut, mereka ada yang berani melompat ada yang tidak dan ada yang ragu-ragu sehingga mereka bertahan sambil menunggu perkembangan api yang membakar kapal.
Para penumpang akhirnya melompat ke laut setelah api mulai menjalar ke bagian depan kapal, dengan waktu yang cukup lama hingga api menjalar ke bagian depan kapal, setelah api menjalar ke depan seluruh penumpang terjun ke laut semuanya.
Para penumpang terjun ke laut dilakukan secara bertahap, termasuk perempuan, anak-anak sehingga banyak rombongan terpisah karena proses evakuasi dilakukan secara terpisah.
Termasuk rombongan Bambang terpisah dengan teman-teman lainnya dia mengaku terombang-ambil dilaut sekitar 3 jam lamanya, akhirnya diselamatkan oleh kapal yang melintas di dekatnya.
Setelah mendapatkan pertolongan dari kapal itu, para korban kemdudian langsung dibawa menuju ke pelabuhan Tanjung perak Surabaya, hingga Senin (3/8/2026) pagi dia masih belum mengetahui salah satu anggota rombongannya yang terpisah saat evakuasi.
Sementara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sejak Minggu (2/8/2026) malam dipadati keluarga para korban kebakaran KM Mutiara Sentosa, hingga mereka dipenuhi rasa kecemasan sampil terus memantau informasi evakuasi.
Di tengah ketidak pastian itu, muncul dugaan adanya sejumlah penumpang tidak tercantum di dalam daftar manifes resmi sehingga menyulitkan proses pendataan.
Berdasarkan data Basarnas hingga Minggu malam pukul 21:00 WIB sebanyak 236 korban telah dievakuasi rinciannya 231 korban selamat dan 5 korban meninggal dunia.
Menurut informasi evakuasi sebagian dilakukan menuju Tanjung Perak Surabaya dan sebagian lagi dibawa ke pelabuhan terdekat di pelabuhan Kalianget Sumenep, madura, sementara 5 mobil jenazah sudah disiapkan untuk dibawa ke RS PHC Tanjung Perak sebagai rumah sakit rujukan terdekat. **





