Berita UtamaNews

Kebakaran Bromo Tak Terkendali Capai 520 Hektare, Andalkan Helikopter Water Boming dan Pasukan Darat

×

Kebakaran Bromo Tak Terkendali Capai 520 Hektare, Andalkan Helikopter Water Boming dan Pasukan Darat

Sebarkan artikel ini
kebakaran bromo2
Kondisi kebakaran di sekitar Gunung Bromo terus meluas hingga membakar hutan dan lahan 52 hektare. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki hari ke-7 kebakaran kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya semakin meluas dan tak terkendali hingga, Minggu (9/8/2029) malam.

Luas terdapak yang sebelumnya tercatat 176 hektare kini kebakaran telah menghanguskan hutan dan lahan (karhutla) yang tercatat hingga mencapai 520 hektare, meningkat signifikan.

Api yang merajalela terus membesar membakar kawasan tebing, dan merambat hingga savana Gunung Bromo, api cepat merambat akibat hembusan angin kencang sejak Sabtu siang dari tebing menuju area terendah.

kebakaran bromo 3

Ketika api mencapai bawah tebing kemudian membakar vegetasi rerumputan dan tanaman yang kering, membuat kobaran api semakin cepat bergerak dan meluas.

Api bahkan berhasil melintasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) hingga menjalar ke savana, rumput kering di kawasan tersebut kemudian terbakar.

Dilaporkan Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha kepada Radio Suara Surabaya pada Minggu siang sejumlah area savana berubah menghitam akibat kebakaran itu.

Termasuk vegetasi kering sekitar arah Jemplang Kabupaten Malang juga terdampak kobaran api yang kembali muncul, kumpulan asab juga terlihat di sejumlah titik wilayah Kabupaten Probolinggo.

Sementara Menhut, Raja Juli Antoni yang meninjau kelokasi mengungkapkan saat ini pemadaman hanya mengandalkan satu helikopter water boming dan mengerahkan pasukan darat untuk pemadaman.

Raja Juli mengaku berkoordinasi dengan BMKG untuk membahas kemungkinanan membuat Operasi Modifikasi CUaca dalam waktu dekat di kawasan terdampak.

Namun berdasarkan perhitungan teknis dan kondisi afmosfir OMC dinilai hampir tidak mungkin dilakukan dalam 10 hari kedepan dengan kondisi cuaca seperti ini.

Oleh karena upaya yang dilakukan pemerintah akan mengoptimalkan pengendalian kobaran api dengan operasi udara menggunakan helikopter melalui water boming dan menggunakan pasukan darat seca langsung pemadaman ke lapangan.

“Jadi kita betul-betul mengandalkan satu, water bombing, yang kedua, pasukan darat,” tegasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *