Berita Utama

Kasus Kematian Sutrimo: Keluarga Lapor Polisi, Kasus Ditangani Polda Metro Jaya

×

Kasus Kematian Sutrimo: Keluarga Lapor Polisi, Kasus Ditangani Polda Metro Jaya

Sebarkan artikel ini
Polda Metro Jaya tetapkan 45 tersangka kerusukan pasca demo DPR.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Penanganan kasus kematian Sutrimo memasuki babak baru setelah pihak keluarga secara resmi membuat laporan ke Polres Banyumas, Jawa Tengah. Untuk mempercepat serta mengefektifkan proses penyidikan, penanganan perkara ini rencananya akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Langkah hukum ini diambil oleh pihak keluarga guna mendapat kepastian hukum dan mengusut tuntas penyebab pasti kematian korban. Pihak keluarga menduga terdapat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut, sehingga memerlukan penanganan intensif dari tim penyidik di tingkat kepolisian daerah.

Laporan dengan nomor STTLP/79/VII/2026/SPKT/Polresta Banyumas/Polda Jawa Tengah ini diterima penyidik. Namun karena lokasi kematian Sutrimo berada di DKI Jakarta, Polresta Banyumas akan melimpahkan kasus ini ke Polda Metro Jaya.

Kapolresta Banyumas Kombes Petrus S.Silalahi Minggu 9 Agustus 2026 mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah terkait pelimpahan kasus tersebut.

Penarikan kasus ini bertujuan agar proses penyelidikan dapat dilakoni secara lebih komprehensif dengan dukungan sarana, fasilitas laboratorium forensik, serta tim penyidik yang lebih lengkap.

Saat ini, penyidik tengah mengumpulkan fakta-fakta hukum, mengamankan barang bukti, serta menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyatakan, pihaknya akan mengekshumasi jasad Sutrimo untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni membantah kliennya menerima uang Rp1 miliar pasca kematian almarhum. Sebelumnya, Sutrimo yang merupakan kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ditemukan tak sadarkan diri di depan Klinik Kecantikan Mordent Kebayoran Baru, Jaksel pada Kamis 23 Juli 2026. (*)

Korban kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun setibanya di rumah sakit tersebut Sutrimo meninggal dunia. Kasus ini menarik perhatian masyarakat karena Sutrimo merupakan Karumga Febrie Adriansyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *