Dinas Kesehatan Garut sendiri sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan, termasuk melalui promosi media massa, tindakan preventif, hingga pengobatan.
“Kami intensifkan sosialisasi dan berbagai upaya preventif seperti fogging (pengasapan) di lokasi-lokasi rawan DBD, serta pemberian abate untuk membunuh jentik nyamuk,” jelasnya.
Selain itu, pemantauan dan pengawasan di fasilitas kesehatan, baik di tingkat Puskesmas maupun Rumah Sakit swasta, juga dilakukan dengan ketat.
“Kami juga melakukan tes screening dan pendataan pasien DBD di seluruh 42 kecamatan,” tambahnya.
Kasus DBD pada tahun 2024 ini tersebar merata di seluruh kecamatan, dengan jumlah terbanyak terjadi di Limbangan, Selaawi, Malangbong, dan Cibatu.
Dari total 3.269 kasus, 1.677 di antaranya adalah penderita berusia 15-44 tahun, yang mencakup 50,99% dari total kasus. Dari segi jenis kelamin, 1.533 di antaranya adalah laki-laki (46,9%) dan 1.736 perempuan (53,1%).***
