KITAINDONESIASATU.COM – Pasca kebakaran di Kampung Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) kini bekerja keras menginventarisir artefak dan unsur budaya setempat, Minggu (23/8/2026).
Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari penyelamatan warisan budaya masyarakat adat Sade setelah terjadinya peristiwa kebakaran dari sekitar 120 rumah warga Sade.
Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhammad Ihwan kepada wartawan mengatakan kini sedang melakukan proses inventarisasi yang tidak hanya menyasar benda-benda atau artefak yang tersisa saja, akan tetapi juga mencakup pengetahuan, cerita hingga tradisi yang berkembang dan diwariskan masyarakat Sade.
Saat ini sedang dilakukan pendataan untuk mengetahui tingkat kerusakan dari warisan budaya, baik berupa benda maupun unsur budaya tak benda selama ini menjadi bagian penting dari identitas Kampung Adat Sade.
Pemprov NTB juga memiliki rencana untuk melakukan rekonstruksi dan penataan kembali kawasan wisata yang unik di kawasan Kampung Adat Sade.
Pemerintah NTB akan membahas langka tersebut bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah serta para ketu adat Sade.
Untuk setiap tahapan pemulian kawasan Kampung Adat Sade harus melibatkan masyarakat adat, karena mereka merupakan pemiliki sekaligus penjaga kebudayaan yang berkembang tetap tumbuh.
Oleh karena itu Pemerintahan NTB mengaja masyarakat Sade sebagai pemiliki kebudayaan berfikir bersama bagaimana langkah agar supaya Kampung Adat Sade yang dikenal secara internasional tidak hilang begitu saja setelah kebakaran ini.
Kebakaran yang terjadi di Kampung Sade memperlihatkan kepada kita betapa pentingnya setiap desa memiliki mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, mengingat kejadian serupa juga terjadi di Kampung Adat Bayan beberapa bulan lalu.
Berkaca dari peristiwa kebakaran ini Pemerintah NTB meminta agar desa adat di NTB perlu dilengkapi sistem pemadam kebakaran atau erly warning system, dan harus memiliki aparatur atau relawan yang dilatih secara khusus untuk mitigasi bencana secam ini.
Selain penyelamatan artefak yang tersisa Dinas Kebudayaan NTB mendorong adanya dokumen tasi menyeluruh terhadap benda-benda yang ada di Kampung Adat Sade, salah satu perhatian utama adalat peralatan dan koleksi yang berkaitan dengan tradisi tenun.
Dokumen tasi perlu disertai pembuatan replika sejumlah artefak penting, sehingga masyarakat tetap memiliki referensi dan peralatan pengganti apabila kembali terjadi bencana yang merusak benda-benda mereka.
Mengingat dusun ini dikenal dengan kekhasan tenun, sehingga barang-barang yang berkaitan dengan tenun perlu didokumentasikan dengan cermat, kemudian ditiru supaya ada bencana serupa bisa dimiliki kembali. **




