Berita UtamaNews

Jumlah Korban Tewas Gempa NTT 100 Orang, Berikut Rincian Kerusakan dan 180 Ribu Orang Mengungsi Karena Ketakutan

×

Jumlah Korban Tewas Gempa NTT 100 Orang, Berikut Rincian Kerusakan dan 180 Ribu Orang Mengungsi Karena Ketakutan

Sebarkan artikel ini
gempa NTT 5
Ilustrasi gempa NTT yang mencekam terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah korban meninggal gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) magnitudo 7,7 hingga saat ini mencapai 100 orang dan 180,327 warga berada di pengungsian, Rabu (26/8/2026).

Gempa susulan hingga kini terus terjadi yang semakin membuat trauma warga yang enggan berada di rumah mereka yang sebagian besar mengalami kerusakan parah hingga ringan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Selasa (25/8/2026) pukul 05:00 WIB tercatat 7.029 gempa sususan dengan magnitudo 6,2 hingga 1,1, dari jumlah ini 32 gempa susulan di antara berkekuatan di atas manitudo 5 dan 141 kejadian masih bisa dirasakan masyarakat.

Ini yang menyebabkan ratusan ribu orang masih dalam pengungsian lantaran sebagian besar dari mereka mengaku ketakutan sehingga masih harus berada di luar rumah meskipun rumah mereka tidak terdampak rusak atau rusak ringan.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan namun demikian dalam dua hari terakhir gempa susulan yang terjadi menunjukkan penurunan, meski begitu masyarakat harus tetap waspada kemungkinan terjadinya gempa dalam beberapa pekan ke depan.

Sementara jumlah korban meninggal akibat gempa hingga Senin, 24 Agustus 2026 mencapai 100 orang adalah korban yang semula luka berat hingga dalam perawatan dan meninggal dunia.

Para korban meninggal di fasilitas perawatan, di hari pertama hari kedua berjumlah 48 orang meninggal, namun angka itu terus bertambah dan hingga sekarang jumlah korban meninggal mencapai 100 orang.

Rincian korban meninggal di Kabupaten Manggarai sebanyak 38 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang dan Manggarai barat 1 orang.

Sementara untuk rincian jumlah korban luka-luka jumlahmnya mencapai 1.603 orang, dan jumlah pengungsi mencapai 180.327 orang pengungsi dengan rincian sebagai berikut.

Jumlah pengungsi di Kabupaten Nagekeo berjumlah 49.059 orang, Kabupaten manggarai 47.840 orang, Kabupaten Manggarai Timur 31.371 orang, Manggarai Barat 24.729 orang dan Kabupaten Sikka berjumlah 21.001 orang.

Sementara kerusakan yang terjadi berdasarkan data sementara terdapat 73.818 rumah rusak, dengan rincian 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rusak sedang dan 32.979 rusak ringan.

Selain itu juga terjadi kerusakan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintah, fasilitas kesehatan, irigasi, jembatan, jalan dan fasilitas lain mencpai 1.915 kerusakan, secara umum kerusakan paling signifikan berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Melihat situasi seperti ini Kepala BNPB Suharyanto mengingatkan agar masyarakat yang membutuhkan tempat pengungsian bisa memanfaatkan titik-titik pengungsian yang sudah disiapkan di masing-masing tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Tetapi tentu saja masyarakat tidak bisa dipaksa kalau memang tetap bertahan di titik pengungsian. Kami juga membentuk satgas-satgas kabupaten, kecamatan, dan desa,” sambungnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *