Program tersebut sekaligus diharapkan memperluas hubungan Jakarta-Seoul yang selama ini dikenal sebagai sister city.
Hubungan kedua kota nantinya tidak hanya berada di level pemerintahan. Kerja sama juga diarahkan untuk mempertemukan mahasiswa, peneliti, komunitas kreatif, seniman, pelaku usaha serta generasi muda dari Jakarta dan Seoul.
Belajar dari Sukses Korea Selatan
Rano juga menyoroti keberhasilan Korea Selatan membawa industri musik, film, drama, fesyen, kuliner dan berbagai produk kreatifnya menembus pasar global.
Menurutnya, Jakarta tidak hanya perlu melihat produk akhir yang berhasil mendunia, tetapi juga mempelajari ekosistem yang membuat industri kreatif Korea Selatan mampu berkembang.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Seongsu-dong di Seoul. Kawasan tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Jakarta dalam mengembangkan ruang perkotaan yang mempertemukan anak muda, seniman, pelaku industri kreatif dan dunia usaha.
Pemerintah Metropolitan Seoul juga memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan sepanjang hari, termasuk pada malam hari.
Aktivitas budaya, kuliner dan kreativitas di taman serta ruang publik dikembangkan untuk menciptakan kawasan yang nyaman sekaligus meningkatkan daya tarik kota. (*)






