KITAINDONESIASATU.COM – Iran melancarkan serangkaian serangan balasan yang menyasar sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Qatar, Kuwait, dan Bahrain sebagai respons atas serangan Washington terhadap wilayah selatan Iran.
Mengutip laporan media pemerintah Iran, Press TV, militer Iran mengerahkan pesawat nirawak (drone) untuk menyerang sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, serta fasilitas radar militer AS di Kuwait.
Sistem pertahanan Patriot merupakan teknologi pertahanan rudal buatan Amerika Serikat yang digunakan untuk mendeteksi, melacak, dan mencegat serangan rudal. Sistem tersebut dioperasikan oleh sejumlah negara di kawasan Teluk, termasuk Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Selain di Kuwait, Iran juga dilaporkan menyerang fasilitas komunikasi dan radar militer Amerika Serikat yang berada di Bahrain sebagai bagian dari operasi balasan terhadap Washington.
Tak hanya itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran disebut meluncurkan rudal balistik yang mengarah ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang dikenal sebagai pangkalan militer terbesar milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Rangkaian serangan tersebut menandai meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, sekaligus memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas keamanan dan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. (Sumber: Sputnik)





