KITAINDONESIASATU.COM – Dunia pasar modal Indonesia diguncang kabar mengejutkan pada perdagangan Jumat pagi. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan mendadak ini diambil di tengah performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mengalami tekanan hebat sepanjang pekan terakhir Januari.
Kepanikan pasar memuncak setelah IHSG sempat menyentuh zona merah yang cukup dalam, memicu kekhawatiran sistemik di kalangan investor ritel maupun institusi. Tekanan jual yang masif, dipicu oleh sentimen negatif global dan fluktuasi nilai tukar, memaksa otoritas bursa untuk sempat mempertimbangkan kebijakan trading halt.
Dalam pernyataan resminya, Iman Rachman mengungkapkan bahwa langkah pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral atas ketidakstabilan yang terjadi di pasar modal.
Meskipun pengumuman ini sempat menambah ketidakpastian, para analis mencatat adanya perlawanan beli pada sesi pertama perdagangan hari ini. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan antara lain: IHSG terpantau mulai stabil di level 8.330-an setelah aksi jual mereda.
Selain itu, Dewan Komisaris BEI akan segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk menjaga kepercayaan investor. Fokus utama saat ini adalah menjaga likuiditas pasar dan mencegah capital outflow lebih lanjut.
Kini, pasar menanti langkah strategis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menstabilkan kondisi makro ekonomi agar kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik kembali pulih di awal tahun 2026 ini. (*)


