Kemenag ingin memastikan santri memiliki bekal yang memadai untuk menghadapi perubahan sosial dan perkembangan dunia kerja, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pendidikan pesantren.
- Dakwah Digital, Ajak Santri Hadir di Media Sosial
Program kelima menyasar pengembangan dakwah digital. Kemenag ingin menyiapkan dai dan daiyah yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu memanfaatkan media sosial, teknologi AI, algoritma, dan konten kreatif.
Langkah ini menjadi respons terhadap perubahan kebiasaan masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin banyak mengakses informasi keagamaan melalui platform digital.
Melalui program tersebut, dakwah pesantren diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, tidak terbatas pada mimbar dan pengajian konvensional.
Meski memanfaatkan teknologi modern, dakwah tetap diharapkan mengedepankan kesantunan, moderasi beragama, kedalaman ilmu, dan kesinambungan sanad keilmuan.
Nasaruddin menegaskan bahwa santri perlu tampil kreatif dan relevan di ruang digital agar pesan keagamaan yang moderat semakin dekat dengan generasi muda. (*)




