- Penguatan Rekognisi Ijazah, Perluas Peluang Pendidikan dan Kerja
Program kedua berfokus pada penguatan pengakuan terhadap ijazah dan pendidikan pesantren.
Melalui program ini, Kemenag ingin memperluas kesempatan lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki berbagai bidang pekerjaan.
Pengakuan terhadap pendidikan pesantren diharapkan tidak menjadi penghambat bagi santri untuk mengembangkan kemampuan dan karier. Dengan begitu, kompetensi yang diperoleh selama belajar dapat memperoleh pengakuan lebih luas dalam sistem pendidikan dan dunia kerja.
- Pesantren Adaptif dan Mandiri, Dorong Penguasaan Teknologi dan Ekonomi
Program ketiga diarahkan untuk mendorong pesantren beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.
Tantangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta perkembangan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), menjadi bagian yang perlu direspons oleh lembaga pendidikan pesantren.
Selain meningkatkan kemampuan teknologi, program ini mencakup modernisasi tata kelola kelembagaan dan pengembangan unit usaha pesantren.
Dengan pendekatan tersebut, pesantren diharapkan mampu berkembang sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Peluang usaha yang tumbuh dari lingkungan pesantren juga berpotensi membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi warga sekitar.
- Santri 5.0, Bekali Santri dengan Keterampilan Masa Depan
Program Santri 5.0 dirancang untuk menyiapkan generasi santri yang menguasai ilmu agama sekaligus memiliki keterampilan sesuai kebutuhan zaman.
Penguatan kompetensi, literasi teknologi, kemampuan beradaptasi, dan pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam program ini.




