KITAINDONESIASATU.COM – Setelah kebakaran terjadi di kawasan Gunung Bromo area Pasuruan, Malang, Probolinggo kini kebakaran kembali terjadi di area Gunung Semeru Lumajang, dua kawasan ini masuk dalam Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Rabu (26/8/2026) sore.
Menurut laporan Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Lumajang kebakaran terjadi di kawasan Blok Jantur dan ledok Pedor di Desa Argosari serta Blok Ranu Kembang di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Kebakaran yang terjadi di area kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang ini juga menyebabkan sekitar 170 pendaki yang ngecamp di kawasan Ranu Kumbolo terjebak api hingga berhasil dievakuasi pada Kamis (27/8/2026) pagi.
Para pendaki segera dievakuasi karena dikawatirkan api merembet ke arah Rabu Kumbolo, sementara area yang menjadi titik kebakaran lokasinya di Blok Ranu Kembang yang mendannya curam dan terjal yang tak bisa dijangkau pemadam konvensional.
Akibat kebakaran itu kini Balai Besar TNBTS melakukan penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru Lumajang akibat kebakaran yang terjadi, ratusan pendaki yang berada di bawah harus gigit jari perijinan untuk ke jalur pendakian di batalkan.
Kebakaran yang terajdi sebelumnya di Bukit Sentong, Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang Selasa (25/8/2026) berhasil dipadamkan, kemudian terjadi di Blok Ranu Kembang para Rabu (26/8/2026).
Sementara dalam perkembangannya area hutan yang menjadi titik kebakaran berad a di lokasi sekitar jalur pendakian Gunung Semeru, oleh karena itu sekitar 170 pendaki yang ngecamp di Ranu Kumbolo dievakuasi untuk turun sementara jalur pendakian ditutup total.
Keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru diumumkan resmi oleh BB TNBTS melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 dan penutupan diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Sementara perkembangan terbaru dari laporan BPBD Lumajang titik api di Blok Janur telah berhasil dikendalikan, kini petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan api tidak kembali membesar.
Sementara kebakaran masih terjadi di dua titik lainnya petugas terus berjibaku untuk menjinakkan api yang membakar kawasan Ranu Kembang dan Ledok Pedor hingga Kamis (28/8/2026).
Kebakaran yang terjadi di Runu Kembang sulit dipadamkan mengingat lokasi sulit dijangkau berada di kemiringan tebing curam belum berhasil dipadamkan, sementara proses pemadaman terjadi di Ledok Pedor.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI Polri dan pihak TNBTS dikerahkan untuk pengendalian api salah satunya dengan membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api.
Sekat bakar dibuat sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru sebagau upaya untuk melakukan pencegahan api agar tidak meluas ke kawasan lain di sekitar pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. **






