KITAINDONESIASATU.COM – Aksi pembentangan spanduk raksasa di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026), kembali menempatkan Greenpeace Indonesia dalam sorotan publik. Sejumlah aktivis memanjat monumen ikonik tersebut untuk menyampaikan kritik mengenai krisis iklim, bencana ekologis, dan meningkatnya biaya hidup.
Aksi yang menarik perhatian masyarakat itu berujung pada proses evakuasi. Setelah bertahan di atas monumen, sejumlah aktivis turun menggunakan tali penyelamatan. Beberapa di antaranya terlihat lemas dan kemudian dibawa menggunakan ambulans Dokpol untuk mendapatkan penanganan medis.
Lantas, apa sebenarnya Greenpeace dan mengapa organisasi ini kerap menyampaikan kritik melalui aksi langsung di ruang publik?
Melansir laman Greenpeace Indonesia, Selasa (20/10/2026), Greenpeace merupakan organisasi kampanye lingkungan independen yang berdiri pada 1971. Gerakan ini bermula ketika sekelompok aktivis berlayar dari Vancouver, Kanada, untuk memprotes rencana uji coba nuklir Amerika Serikat di Pulau Amchitka, Alaska.
Dari gerakan tersebut, Greenpeace berkembang menjadi organisasi internasional yang mengampanyekan perlindungan lingkungan, penanganan perubahan iklim, pelestarian hutan dan laut, serta pengurangan ancaman nuklir.
Di Indonesia, Greenpeace mulai beroperasi pada 2005. Organisasi ini menjalankan kampanye melalui penelitian, advokasi, publikasi, dan aksi langsung yang dirancang untuk menarik perhatian masyarakat maupun pengambil kebijakan.
Greenpeace menyatakan mengedepankan aksi tanpa kekerasan serta menjaga independensi dengan tidak menerima pendanaan dari pemerintah, perusahaan, maupun partai politik.





