KITAINDONESIASATU.COM – Polri saat ini tengah memfokuskan diri memburu praktik haji ilegal lewat Satgas Haji yang dibentuk bersama Kementerian Haji dan Umrah.
Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar pengawasan biasa. Polri akan bergerak total-mulai dari edukasi hingga penindakan-demi melindungi jemaah dari jebakan penipuan dan praktik travel abal-abal.
“Penugasan ini terpadu untuk memastikan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan bebas dari praktik ilegal,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (15/4).
Dalam aksinya, Polri akan menjalankan tiga jurus sekaligus, yakni preemtif, preventif, dan represif. Artinya, bukan hanya memberi edukasi soal bahaya haji nonprosedural, tapi juga memburu sindikat di baliknya hingga ke akar.
Pengawasan ketat akan dilakukan terhadap biro perjalanan. Paket haji tanpa antre yang mencurigakan bakal jadi target utama. Bahkan, intelijen dikerahkan untuk membongkar jaringan travel nakal yang selama ini meresahkan masyarakat.
Tak berhenti di situ, Polri juga akan menggagalkan keberangkatan calon jemaah yang menggunakan visa tidak sesuai aturan, terutama menjelang musim haji. Pengamanan di titik embarkasi hingga debarkasi pun diperketat.
Jika terbukti melanggar, pelaku siap berhadapan dengan hukum. Mulai dari travel ilegal, penipuan jemaah, hingga pemalsuan dokumen akan ditindak tegas berdasarkan undang-undang yang berlaku.
Dengan operasi besar ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesucian ibadah haji-agar tetap aman, sah, dan bebas dari praktik kotor. (*)


