KITAINDONESIASATU.COM – Kenaikan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada perekonomian global, termasuk di Korea Selatan.
Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di kawasan tersebut mendorong inflasi Korea Selatan meningkat tajam dan mencapai level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir.
Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi tahunan mengalami kenaikan signifikan pada April 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan ini tidak hanya dipicu oleh kenaikan harga energi, tetapi juga merambat ke sektor lain seperti transportasi dan jasa, yang turut memperkuat tekanan terhadap perekonomian domestik.
Kenaikan Harga Energi Jadi Pemicu Utama
Lonjakan inflasi di Korea Selatan tidak lepas dari meningkatnya harga produk berbasis minyak bumi yang mengalami kenaikan cukup tinggi dalam waktu singkat.
Kondisi ini diperparah oleh naiknya tarif penerbangan internasional, yang turut mendorong inflasi dari sisi sektor jasa.
Ketidakpastian global yang dipicu konflik di Timur Tengah membuat harga energi sulit diprediksi.
Situasi ini berdampak pada biaya produksi dan distribusi di berbagai sektor, sehingga mendorong kenaikan harga barang dan jasa secara luas.
Pemerintah Korea Selatan sebelumnya telah mengambil langkah intervensi dengan membatasi harga bahan bakar untuk menekan laju inflasi.
