Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan mampu menghadapi tantangan global.
Pemerintah optimistis berbagai program pembangunan dan kebijakan ekonomi yang dijalankan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi meskipun pasar keuangan tengah mengalami tekanan.
Meski demikian, sejumlah pelaku pasar masih mencermati risiko lanjutan dari ketegangan geopolitik global. J
ika konflik berkepanjangan dan harga energi terus meningkat, nilai tukar rupiah diperkirakan masih berpotensi bergerak mendekati level Rp18.000 per dolar AS.
Para ekonom menilai stabilisasi rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan situasi internasional, kebijakan moneter Bank Indonesia, serta kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan investor dan stabilitas fiskal nasional.***
