“Kampus bukan arena konflik. Mahasiswa yang terkena gas air mata sedang tidak melakukan aksi, tapi istirahat dan membantu sesama. Ini pelanggaran serius terhadap zona aman pendidikan,” tegasnya dalam konferensi pers singkat.
Sementara itu, Unpas juga menyatakan penolakan terhadap penggunaan kekuatan berlebihan di dekat kawasan pendidikan. Mereka mendesak evaluasi taktik pengamanan unjuk rasa agar tidak membahayakan warga kampus dan masyarakat sipil.
Insiden ini memicu gelombang protes di media sosial dengan tagar #KampusBukanSasaran dan #GasAirMataNyasar yang masuk jajaran trending Twitter Indonesia pada Selasa pagi.***
