Suaranya bergema di tengah kepanikan, sementara beberapa korban terlihat membasuh muka dengan air dari kantong plastik dan memakai masker basah sebagai pelindung darurat.
Menurut keterangan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unisba, setidaknya 17 mahasiswa dan 3 satpam harus mendapatkan penanganan medis karena iritasi parah. Beberapa di antaranya sempat dibawa ke Puskesmas Tamansari untuk observasi.
Kampus Jadi Zona Netral yang Terseret Konflik
Unisba dan Unpas selama ini dikenal sebagai kampus yang aktif dalam gerakan sosial. Namun dalam aksi kali ini, kedua institusi justru berperan sebagai penengah, menyediakan layanan kesehatan, air minum, dan tempat berteduh bagi peserta aksi dari berbagai universitas di Jabar.
Aksi demonstrasi sendiri telah berlangsung sejak Jumat (29/8/2025), dipicu oleh penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga bahan bakar dan RUU Pendidikan. Aksi sempat ricuh pada Senin malam (1/9), ketika sekelompok massa mencoba mendekati pagar DPRD dan terjadi bentrok dengan aparat.
Update Terbaru: Kampus Minta Penjelasan Resmi
Hingga Selasa pagi (2/9/2025), pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi.
Namun sumber internal kepolisian menyebut bahwa tembakan gas air mata dilakukan sebagai respons terhadap pelemparan batu oleh kelompok massa yang menolak dibubarkan. Mereka mengakui bahwa arah tembakan mungkin terbawa angin ke area kampus.
Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Dadang Sudrajat dilaporkan menyampaikan keprihatinan mendalam dan akan mengirim surat resmi ke Polda Jawa Barat untuk meminta klarifikasi.
