Berita UtamaSepakbola

Gara-gara Kasus Balogun, Belgia Berani Lawan FIFA dan Tolak Infantino

×

Gara-gara Kasus Balogun, Belgia Berani Lawan FIFA dan Tolak Infantino

Sebarkan artikel ini
Gara-Gara Kasus Balogun, Belgia Berani Lawan FIFA dan Tolak Infantino
Skuad Belgia. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) melancarkan tekanan keras kepada FIFA menyusul keputusan kontroversial terkait penangguhan hukuman kartu merah penyerang timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.

Bukan hanya menuntut penjelasan terbuka, Belgia juga mengambil langkah politik yang mengejutkan. RBFA memastikan tidak akan memberikan dukungan kepada Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang.

Kontroversi tersebut bermula ketika Balogun diperbolehkan tampil memperkuat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar. Padahal, sang penyerang sebelumnya menerima kartu merah langsung yang semestinya membuatnya menjalani hukuman larangan bertanding.

Keputusan FIFA untuk menangguhkan hukuman satu pertandingan Balogun selama satu tahun langsung memicu tanda tanya.

Langkah tersebut dinilai tidak lazim dan bahkan ikut mendapat sorotan dari sejumlah pihak, termasuk UEFA. Situasi semakin panas setelah muncul laporan mengenai dugaan lobi dari Gedung Putih dan pejabat tinggi Amerika Serikat kepada FIFA agar Balogun tetap dapat dimainkan.

Belum ada bukti publik yang memastikan laporan mengenai lobi tersebut sebagai penyebab keputusan FIFA. Namun, kontroversi tetap membesar karena kartu merah Balogun disebut menjadi kartu merah ke-189 dalam sejarah Piala Dunia, tetapi ia tercatat sebagai pemain kedua setelah legenda Brasil Garrincha pada 1962 yang tidak menjalani hukuman suspensi setelah menerima kartu merah.

Presiden RBFA, Pascale van Damme, mengungkapkan kekecewaan karena FIFA belum memberikan penjelasan yang dinilai memadai, bahkan dua bulan setelah turnamen berakhir.

Belgia kini mendesak agar persoalan tersebut dibahas dalam agenda pertemuan Dewan FIFA pada 15 Oktober mendatang.

“Mengingat pentingnya transparansi dan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat, kami meminta penjelasan yang diperlukan. Kami ingin memastikan proses di masa depan ditangani secara konsisten dan efisien,” ujar Van Damme dalam pernyataan resmi, Senin (8/9).

FIFA sendiri merujuk pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memberikan kewenangan untuk menangguhkan pelaksanaan tindakan disipliner secara penuh maupun sebagian.

Yang membuat kasus Balogun semakin menjadi sorotan adalah tidak adanya pemain lain pada Piala Dunia 2026 yang mendapat pencabutan hukuman serupa selama sisa turnamen.

Dampak politik dari kontroversi ini pun tak kalah mengejutkan. RBFA memastikan tidak akan mendukung Infantino untuk kembali menduduki kursi Presiden FIFA dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang.

Belgia menjadi salah satu asosiasi terbaru yang menyatakan penolakan terhadap kepemimpinan Infantino. Setidaknya ada dua persoalan yang disebut menjadi dasar sikap RBFA.

Pertama, kasus Balogun: khususnya soal transparansi dan konsistensi dalam pengambilan keputusan disipliner, dan  FIFA Forward Enterprise: rencana yang telah dibatalkan terkait penjualan saham kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada perusahaan investasi swasta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *