Berita UtamaNews

Gagal Menanjak Kereta Odong-odong Terguling di Mojokerto, Seorang Emak-emak Tewas

×

Gagal Menanjak Kereta Odong-odong Terguling di Mojokerto, Seorang Emak-emak Tewas

Sebarkan artikel ini
kecealakaan mojokerto
Kondisi odong-odong terguling akibat gagal menanjak menewaskan seorang penumpang di Mojokerto kemarin. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan mengerikan dialami kendaraan modifikasi kereta kelinci atau odong-odong bermuatan 25 orang mengalami kecelakaan di tanjakan Jati, Gondang, Mojokerto, Sabtu (28/3/2026) pukul 09:00 WIB.

Dalam kecelakaan di tanjakan Dusun Jati, Desa Jatidukung Kecamatan Gondang itu menewaskan seorang warga dan 10 penumpang lainnya luka-luka dilarikan ke RSUD Sumber Glagah.

Korban tewas diketahui bernama Sulimah (48) warga Desa Mlaten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang tergencet kendaraan yang terguling.

Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan kecelakaan bermula dari rombongan warga Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang mencarter kereta kelinci atau odong-dong S 8185 PA yang dikemudikan Sariono (53).

Rombongan warga yang berjumlah sekitar 25 orang itu sebagian besar adalah para emak-emak dan anak-anak saat itu seorang penumpang Sariati duduk di samping pengemudi.

Lantara tak mengetahui lokasi yang hendak dituju sopir Sariono menggunakan aplikasi google maps sebagai pemandu jalan menuju acara unjung-unjung rombongan itu.

Di tengah perjalanan kendaraan melintasi tanjakan yang cukup curam, namun di tengah perjalanan kendaraan tiba-tiba mengalami gagal daya dorong hingga tak mampu melaju di jalan tanjakan.

Setelah gagal menajak tiba-tiba kendaraan bergerak mundur tanpa kendali hingga menghantam tiang listrik di pinggir jalan hingga kendaraan terguling dan terbalik di jalan.

Akibat peristiwa itu seorang penumpang Silmah tewas di tempat kejadian kecelakaan dan sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka langsung di larikan ke rumah sakit.

Para korban dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, yakni RSUD Sumberglagah, Puskesmas Gondang dan RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.

Kasus kecelakaan telah mendapatkan penananganan dari Satlantas Polres Mojokerto, kendaraan sudah diamankan, para korban juga telah dilakukan evakuasi, polisi telah menggelar olah tempat kejadian perkaran dan memintai keterangan para saksi.

Polres Mojokerto mengungkap kendaraan yang kendarai rombongan itu merupakan bus modifikasi odong-odong tanpa plat nomor polisi yang digunakan untuk angkutan umum.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Yogie Pratama mengatakan faktor penyebab kecelakaan adalah karena pengemudi lalai dan kurang menguasai medan jalan saat kendaraan menanjak.

Polres Mojokerto menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengoperasikan kendaraan modifikasi seperti odong-odong untuk angkutan umum di jalan raya yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kendaraan odong-odong bukan angkutan orang di jalanan raya karena tidak memenuhi persyaratan standar keselamatan, seperti sistem pengereman, konstruksi hingga perlindungan penumpang. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *