KITAINDONESIASATU.COM – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi enam jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang sempat hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.
Proses evakuasi yang memakan waktu beberapa hari tersebut terkendala oleh cuaca ekstrem dan medan yang sangat curam. Saat ditemukan oleh tim darat di lokasi serpihan pesawat, keenam jenazah dilaporkan berada dalam kondisi yang memprihatinkan dan mulai membengkak.
Hal ini diduga akibat paparan cuaca dingin yang ekstrem di ketinggian serta lamanya waktu yang berlalu sejak insiden terjadi hingga tim penyelamat berhasil mencapai titik koordinat jatuh.
“Kondisi fisik yang mulai mengalami dekomposisi ini menuntut tim identifikasi bekerja lebih ekstra di lapangan,” kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep,
Jenazah ditemukan tersebar di sekitar reruntuhan utama. Kondisinya memang sudah membengkak karena faktor lingkungan di lokasi. Seluruh jenazah kini telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah untuk segera diterbangkan menuju rumah sakit terdekat guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI (Doctor Victim Identification).(*)


