KITAINDONESIASATU.COM – Video yang diduga memperlihatkan pesta narkotika jenis sabu di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menghebohkan media sosial. Sorotan publik itu akhirnya mendapat respons dari pihak Rutan Depok.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas pengawasan di dalam rutan.
Ario mengatakan kritik dan evaluasi masyarakat menjadi perhatian serius bagi pihaknya. Ia memastikan pembenahan akan dilakukan agar pengawasan di lingkungan rutan semakin ketat.
“Kami menyampaikan terima kasih atas evaluasi dari masyarakat dan sekaligus permohonan maaf terhadap masih adanya kekurangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kami. Kami berkomitmen akan membenahinya menjadi lebih baik,” ujar Ario, dikutip dari tayangan Metro TV, Senin (5/10/2026).
Terkait video yang beredar dan dugaan pesta narkoba tersebut, Ario menegaskan pihaknya akan melakukan penanganan secara transparan dan responsif.
Ia juga memastikan setiap orang yang nantinya terbukti terlibat dalam pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Ario, munculnya dugaan tersebut akan menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan internal. Sejumlah langkah disebut telah dan akan dilakukan, mulai dari penguatan personel hingga pelaksanaan razia secara rutin maupun mendadak.
“Saya di sini menjabat satu bulan, jadi kami baru mendapatkan amanah baru. Tentunya dalam satu bulan kami menjabat ini, kami tetap melaksanakan penguatan kepada seluruh personel, juga melaksanakan razia baik insidentil maupun rutin,” katanya.
Di tengah sorotan tersebut, Ario juga mengungkap persoalan keterbatasan jumlah petugas dibandingkan dengan penghuni Rutan Depok.
Saat ini terdapat 1.279 warga binaan yang berada di Rutan Depok. Namun, dalam satu kali pergantian tugas, jumlah petugas yang berjaga hanya sekitar 10 orang.
“Karena keterbatasan sumber daya manusia, jumlah per hari ini 1.279, sedangkan yang shift berjaga itu 10 orang,” ujar Ario.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memperketat pengawasan di lingkungan rutan. Pihak Rutan Depok menyatakan akan menjadikan persoalan ini sebagai bahan evaluasi sekaligus pembenahan internal. (*)





