KITAINDONESIASATU.COM – Dalam dua hari terakhir dua remaja warga Panceng dan Bungah Gresik tewas di jalan raya setelah terlibat kecelakaan dengan kasus berbenturan pengendara motor dan kecelakaan ditinggal lari.
Dua kecelakaan terjadi pada hari Minggu (14/12/2025) malam dan hari Senin (15/12/2025) malam menewaskan dua remaja seorang anak di bawah umur dan seorang remaja berusia 21 tahun.
Dua peristiwa terjadi pada malam hari di Jalan Raya Pantura Desa Sambipondok, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik dan di Jalan Raya KH Syafi’i Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Dua korban meninggal dalam laga yang pertama Minggu atas nama Renjiro Jilan Pria Hutama (16), seorang pelajar asal Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik.
Sementara korban kedua yang meninggal adalah pengendara Honda Beat Nopol W 3118 FG, Ahmad Saifuddin (21), warga Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Gresik.
Menurut informasi yang diperoleh kecelakaan pertama dialami Renjiro menyebutkan saat itu korban mengendarai Honda Vario W 4962 FJ melaju dari timur ke arah barat.
Di tengah perjalanan korban hendak menyalip menyalip dari kanan sepeda motornya tidak diketahui identitasnya yang ada di depan korban.
Tiba-tiba pada saat korban mendahului dari sisi kanan tiba-tiba kendaraan berbenturan dengan sepeda motor itu membuat korban tak bisa menguasai kendaraan dan terjatuh ke sisi kanan jalan.
Namun nahas pada saat bersamaan dari sisi kanan atau arah berlawanan juga melaju dump truk yang dikemudikan Eko Heri Sugihono warga Gosari, Ujungpangkah, Gresik, hingga korban terlindas ban belakang sebelah kanan.
Karena jarak yang dekat dan ruang yang simpit pengemudi truk juga tak bisa menghindari hingga korban terlindas roda truk bagian sebelah kanan hingga korban mengalami luka serius di bagian kepala dan meninggal di lokasi kejadian.
Sementara kecalakaan yang kedua terjadi pada malam hari sekitar pukul 18:30 WIB Jalan Raya KH Syafi’i Desa Dahanrejo, Kebomas saat itu korban Ahmad Saifuddin (21) mengendarai Honda Beat W 3118 FG yang melaju dari arah selatan ke arah utara.
Di tengah perjalanan korban hendak mendahului kendaraan roda empat tidak diketahui identitasnya, sehingga kendaraan korban terlalu ke kanan dan melebihi as jalan pada posisi tidak aman.
Nahas terjadi bersamaan dengan waktu menyalip dari arah berlawanan juga melaju mobil pikap tidak diketahui identitasnya melau dari ara berlawanan atau ara utara ke arah selatan.
Akibat ruang yang sempit waktu yang cepat kedua saling bertabrakan, pengendara pikap tidak bisa menghindar dan terjadi benturan keras, dan kendaraan pikap terus melaju usai betabrakan dengan kendaraan korban.
Kerasnya benturan itu membuat pengendara sepeda motor Honda Beat mengalami luka-luka parah di bagian kepala dan akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian kecelakaan hingga korban dievakuasi ke kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik untuk proses berikutnya.
Dua peristiwa kecelakaan itu telah ditangani oleh Satlantas Polres Gresik, petugas telah mendatangi lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadin dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada. **



