KITAINDONESIASATU.COM – Upaya pencarian intensif terhadap seorang atlet terjun payung yang dilaporkan jatuh ke laut di kawasan Pantai Pangandaran akhirnya membuahkan hasil pilu. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (2/1/2026) pagi, setelah melakukan penyisiran sejak insiden terjadi pada hari sebelumnya.
Peristiwa naas ini bermula saat korban Widiasih tengah melakukan latihan rutin terjun payung. Diduga akibat perubahan angin yang mendadak atau kendala teknis pada parasutnya, korban terbawa ke arah laut dan mendarat jauh dari titik pendaratan yang ditentukan. Beberapa saksi mata sempat melihat korban berusaha mengendalikan parasut sebelum akhirnya hilang tenggelam di tengah ombak besar.
Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto membenarkan penemuan jenazah ini. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh nelayan pencari keong asal Cilacap bernama Anwar, beberapa mil laut dari lokasi awal jatuhnya.
Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, dan relawan setempat langsung mengevakuasi jasad korban ke RSUD Pandega Pangandaran untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, lima atlet terjun payung dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2025 di Kabupaten Pangandaran mengalami kecelakaan. Satu orang ditemukan tewas dan satu lagi masih hilang. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (30/12/2025) siang pukul 10.39 WIB. Kelima penerjun payung itu adalah Karni, Kudori, Mustofa, Widiasih, dan Rusli.
Akibat insiden tersebut, dua penerjun bisa diselamatkan, sementara satu orang mengalami luka berat, satu orang meninggal dunia atas nama Rusli, dan Widiasih dinyatakan hilang. Setelah empat hari pencarian, Widiasih akhirnya berhasil ditemukan pada Jumat 2 Januari 2026 pagi. (*)
