KITAINDONESIASATU.COM – Petinju legendaris Indonesia, Chris John, membuat gebrakan baru dengan terlibat langsung dalam serial animasi “Dragon’s Dojo”. Yang menarik, karakter yang diperankannya dalam serial tersebut menggunakan nama asli Chris John.
Dalam serial mobile-first bergenre bela diri itu, Chris John digambarkan sebagai mentor sekaligus kepala instruktur yang membimbing sekelompok anak muda di sebuah akademi bela diri.
Chris John menyebut keterlibatannya menjadi kesempatan untuk membawa nilai, budaya, serta kekayaan karakter Indonesia kepada penonton generasi baru di tingkat global.
“Kami bersama-sama mengembangkan karakter saya dan berdiskusi tentang bagaimana saya akan ditampilkan dalam serial ini. Saya sangat antusias melihat karakter ini mulai menjadi hidup,” ujar Chris John dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (19/8).
Karakter Chris John tidak dibuat secara sembarangan. Sosoknya mengadopsi prinsip, pengalaman, serta teknik tinju yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebagai petinju profesional.
Dalam cerita, Chris John berperan membimbing para murid bukan hanya agar menjadi petarung tangguh, tetapi juga membangun disiplin, mental, dan karakter mereka.
“Ya, karakter saya dalam Dragon’s Dojo bernama Chris John. Karakter itu terinspirasi dari diri saya dan akan memiliki prinsip serta nilai-nilai yang sangat mirip dengan yang saya pegang,” katanya.
Unsur tinju juga menjadi bagian penting dari karakter tersebut. Gerakan bertarungnya dirancang agar mencerminkan pengalaman Chris John, mulai dari kecepatan, pergerakan, timing, pertahanan hingga kombinasi pukulan.
Namun, menurut Chris John, warisan terbesar yang ingin ditampilkan bukan sekadar teknik bertarung.
“Yang terpenting yang saya bawa kepada para karakter muda ini bukanlah satu pukulan atau teknik tertentu, melainkan disiplin dan pola pikir yang saya pelajari sepanjang karier saya,” ujarnya.
Dalam kisahnya, karakter Chris John akan membantu para murid akademi menghadapi kemunculan makhluk-makhluk mitologi yang telah lama dikenal. Mereka juga akan bersama-sama mengungkap berbagai misteri yang muncul sepanjang perjalanan.
Menariknya, serial animasi tersebut menggunakan format layar vertikal. Chris John menilai konsep itu justru cocok dengan olahraga tinju karena mampu menghadirkan pertarungan secara lebih dekat dan fokus.
“Tinju sebenarnya cukup cocok dengan format ini karena banyak unsur dramanya terjadi antara dua petarung yang saling berhadapan,” kata Chris John.
Hingga kini, rumah produksi belum mengumumkan tanggal resmi penayangan Dragon’s Dojo. Namun, serial tersebut ditargetkan meluncur pada awal tahun depan, sementara cuplikan visual awal direncanakan mulai diperkenalkan melalui media sosial pada tahun ini.
Serial yang diproduksi Silver Media Group, Harun Kurniawan, dan Koollab Studios itu juga diproyeksikan menjadi pintu pembuka ASERYA Asian Mythology Franchise.(*)





