KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merilis data terbaru mengenai indikator kesejahteraan masyarakat di ibu kota. Pemprov mengklaim tingkat kemiskinan di Jakarta berhasil ditekan sebesar 0,11 persen.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengungkapkan itu dalam rapat paripurna penyampaian pidato gubernur terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Tahun 2025 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ia menyebut, pada periode September 2025 tingkat kemiskinan di Jakarta tercatat sebesar 4,03 persen. Angka tersebut turun 0,11 pada September 2025 dibanding periode yang sama tahun 2024. Tentu saja mendapat apresiasi dari anggota dewan.
Ditambahkan mantan Gubernur Banten ini, selain tren positif pada sektor kemiskinan, angka pengangguran di Jakarta juga menunjukkan angka 6,05 persen. Meski tantangan penyerapan tenaga kerja di kota metropolitan masih besar, capaian ini mencerminkan mulai pulihnya sektor-sektor usaha produktif pasca-dinamika ekonomi global.
Pemprov DKI menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja melalui sektor UMKM dan digitalisasi pasar menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas tenaga kerja di ibu kota.
Untuk menekan angka kemiskinan, Pemprov DKI menempatkan sektor pendidikan dan program perlindungan sosial sebagai prioritas utama.
Program bantuan tersebut meliputi Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Pekerja Jakarta, program pangan murah bersubsidi, hingga Jaminan Kesehatan Jakarta (Jamkesjak).(*)
