KITAINDONESIASATU.COM – Perang Iran melawan Israel-AS mulai berdampak kenaikan harga minya dunia melonjak 7% ke level tertinggi dalam beberapa bulan pada hari Senin (2/3/2026).
Kenaikan ini menyusul situasi Iran dan Israel meningkatkan serangan mereka, merusak kapal tanker minyak dan mengganggu pengiriman di wilayah Teluk menyebabkan kelangkaan minyak.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik menjadi $82,37, level tertinggi sejak Januari 2025, dalam perdagangan berjangka pertama setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (28/2/2026).
Harga minyak mentah Brent memangkas kenaikannya selama perdagangan pagi dan diperdagangkan di atas $76 per barel pada saat penulisan.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS juga naik $4,66, atau 6,95%, menjadi $71,68 per barel setelah sebelumnya menyentuh $75,33, level tertinggi sejak Juni 2025.
Minyak mentah AS kemudian memangkas kenaikannya dan diperdagangkan pada harga $70 pada saat berita ini diturunkan.
Israel melancarkan gelombang serangan baru terhadap Teheran pada hari Minggu, dan Iran merespons dengan lebih banyak rudal, sehari setelah kematian Khamenei, memperburuk situaso dan ketidakpastian di Timur Tengah dan ekonomi global.
Sumber dan pejabat industri pelayaran melaporkan kemarin bahwa rudal menghantam setidaknya tiga kapal tanker minyak dan menewaskan seorang pelaut.
Iran mengatakan telah menutup jalur pelayaran melalui Selat Hormuz , yang mendorong pemerintah dan kilang minyak di Asia untuk mengevaluasi stok minyak mentah mereka, menurut Reuters.
Sebaliknya, laporan dari Kpler menunjukkan bahwa sejumlah kecil kapal Tiongkok dan Iran telah menyeberang, tetapi navigasi melalui wilayah tersebut hampir tidak mungkin dilakukan menurut kantor beraita Prancis, AFP.
Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia, yang dilalui sekitar 20% minyak dunia, sehingga setiap gangguan pada navigasi maritim akan berdampak langsung pada pasar energi dan harga minyak mentah.
Kantor berita Inggris, Reuters mengutip pernyataan analis ANZ, Daniel Hynes, dalam sebuah catatan, “Dengan tindakan balasan yang kini meningkat menjadi serangan terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz, ancaman terhadap pasokan minyak telah meningkat secara signifikan.
Analis Citi memperkirakan harga minyak mentah Brent akan diperdagangkan antara $80 dan $90 per barel minggu ini di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Harga minyak mentah Brent melonjak 8-10% pada hari Minggu menjadi sekitar $80 per barel dalam perdagangan over-the-counter, seiring dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Aliansi OPEC + pada hari Minggu menyetujui peningkatan produksi minyak yang moderat sebesar 206.000 barel per hari, bertepatan dengan perang AS-Israel terhadap Iran dan respons Teheran yang mengganggu aliran minyak dari anggota-anggota utama aliansi di Timur Tengah. **


